Mengenal Do Kwon, Sosok di Balik Terra Luna yang Disebut Elizabeth Holmes-nya Kripto

Kompas.com - 13/05/2022, 18:35 WIB

KOMPAS.com - Token kripto Terra Luna bikinan Terraform Labs menjadi topik hangat akhir-akhir ini karena harganya yang turun terus menerus sampai lebih dari 90 persen. Padahal pada April lalu, harga Terra Luna naik sampai 119 dolar AS (Rp 1,7 juta) per keping koin.

Beragam upaya juga dilakukan perusahaan termasuk sosok di balik Terra Luna, Do Kwon untuk memulihkan harga aset kripto bikinannya.

Kiprah Do Kwon sendiri di dunia kripto tak main-main karena ia mampu menarik banyak investor dan dinilai sebagai revolusioner hingga sosoknya terpampang dalam daftar Forbes 30 Under 30 tahun 2019.

Namun kini pria berusia 29 tahun ini dijuluki sebagai Elizabeth Holmes-nya kripto oleh CoinDesk. Apa sebabnya?

Sebelum membahas musababnya, mari kita ulas tentang Elizabeth Holmes terlebih dahulu.

Siapa Elizabeth Holmes?

Elizabeth Holmes adalah miliarder muda yang menipu investor untuk startup alat kesehatan Theranos. Holmes memiliki gagasan membuat alat pendeteksi berbagai penyakit (hingga 240 jenis penyakit) dengan setetes darah.

Karena gagasannya yang menarik, sejumlah investor termasuk pendiri Oracle, Larry Ellison dan Mantan Menteri Luar Negeri AS, Henry Theranos memberikan pendanaan pada Theranos.

Baca juga: Platform Jual-Beli Kripto Setop Perdagangan Terra Luna

Sayangnya berdasarkan laporan investigasi John Carreyrou, alat bikinan Holmes itu dinilai tidak akurat dalam mendeteksi jenis penyakit. Kesimpulan ini didapat setelah Carreyrou membandingkan hasil tes darag dari beebrapa alat tes umum dengan alat milik Theranos.

Alat yang digunakan untuk sebagian besar tes darah Theranos ternyata bukan hasil dari alat buatan perusahaan yang bernama Edison seperti yang diklaim sebelumnya. Theranos ternyata menggunakan alat tes darah dari perusahaan lain, yang bisa dibeli secara bebas. Jadi, paten dari Theranos masih berupa ide.

Meski sempat berkilah dan mengatakan Carreyrou iri terhadap pencapaiannya, gugatan demi gugatan terus bermunculan sejak saat itu. Pada tahun 2016, badan regulator AS kemudian resmi melarang Holmes mengedarkan dan mengoperasikan layanan tes darah besutannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.