Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Moch S. Hendrowijono
Pengamat Telekomunikasi

Mantan wartawan Kompas yang mengikuti perkembangan dunia transportasi dan telekomunikasi.

kolom

Data Center, Bisnis yang Seksi

Kompas.com - 28/10/2022, 17:22 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

USAHA data center atau pusat penyimpanan data, makin seksi di mata banyak investor karena menjanjikan keuntungan besar, jika layanan disewa banyak pihak.

Banyak entitas binis Indonesia yang butuh keamanan dan kenyamanan penyimpanan data, yang selama ini menyimpannya di data center negara lain.

Data center merupakan penyimpanan sistem komputer dan elemen-elemen lainnya yang masih berkorelasi antara yang satu dengan lainnya dan masih berhubungan dengan data perusahaan.

Sebagai usaha padat modal persyaratannya sangat ketat, yang harus dipenuhi terutama yang masuk dalam tier 4, paling tinggi. Tier adalah tingkatan teknologi dan keamanan dari data center.

Kehandalan tier 4 harus 99,995 persen, yang untuk pembangunan gedungnya harus jauh dari daerah patahan gempa, punya dua sumber tenaga listrik dan UPS (uninterrupted power supply), gedung yang lantainya ditinggikan sebagai ruang tersembunyi untuk perkabelan dan kelistrikan (raised floor), tidak di kawasan permukiman.

Lahan yang digunakan pun harus luas. Satu data center yang baru mulai beroperasi, misalnya MettaDC di Jababeka, Jabar, membutuhkan lahan seluas 10.800 meter persegi dengan bangunan berlantai tiga.

Demikian pula perusahaan data center terbesar Indonesia saat ini, DCII, Data Center Internasional Indonesia.

Tetapi lahan yang luas, bangunan tinggi dan kokoh, kelengkapan bagus dengan biaya pembangunan triliunan rupiah, tidak menjamin pasti sukses menjaring banyak penyewa.

Beda dengan apartemen, perumahan, atau bangunan perkantoran yang ditawarkan lebih dahulu sebelum dibangun. Data center harus dibangun dulu, komplet dengan isinya baru bisa ditawarkan.

Yang paling sering dituntut calon penyewa adalah sesedikit mungkin orang yang dipekerjakan di gedung data center.

Faktor yang umum dipertimbangkan calon penyewa adalah kepercayaan, yang dikaitkan dengan pengalaman si pemilik dalam mengelola data center

Banyak peluang

Saat ini penggunaan atau konsumsi data per kapita Indonesia masih sangat rendah, hanya satu watt per penduduk, atau kapasitas data center keseluruhan hanya 270 MW untuk 270 juta penduduk.

Kalau akan ditingkatkan menjadi 10 watt per penduduk, dibutuhkan pusat data yang berkapasitas 2,7 GW (giga watt) yang nilainya pembangunannya sekitaran 15 miliar dollar AS, atau kurang-lebih Rp 225 triliun.

Pemerintah juga melihat peluang bagus untuk penyediaan pusat data dan merancang pembangunan 4 pusat data kelas tier 4. Di Bekasi, Batam, Ibu Kota Negara (IKN) di Penajam Passer, dan Labuan Bajo, NTT.

Ke depannya di kawasan 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) sebagai kewajiban layanan pemerintah (USO, universal servive obligation) juga akan dibangun pusat data setelah infrastruktur penghubung berupa serat optik (FO) digelar.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Samsung Experience Lounge Hadir di Jakarta, 'Ruangan' Smart Home dan Serba AI

Samsung Experience Lounge Hadir di Jakarta, "Ruangan" Smart Home dan Serba AI

Gadget
Bocoran iPhone 16 Series, Bawa Layar Lebih Luas dari iPhone 15

Bocoran iPhone 16 Series, Bawa Layar Lebih Luas dari iPhone 15

Gadget
Cara Mengatur Durasi Layar dan Aplikasi di iPhone

Cara Mengatur Durasi Layar dan Aplikasi di iPhone

Gadget
Microsoft Akan Beri Pelatihan AI Skilling untuk 840.000 Orang di Indonesia

Microsoft Akan Beri Pelatihan AI Skilling untuk 840.000 Orang di Indonesia

e-Business
Kenapa Aplikasi di iPhone Menginstal Ulang dengan Sendirinya? Begini Cara Mengatasinya

Kenapa Aplikasi di iPhone Menginstal Ulang dengan Sendirinya? Begini Cara Mengatasinya

Gadget
Merger XL Axiata-Smartfren, Siapa Berkuasa?

Merger XL Axiata-Smartfren, Siapa Berkuasa?

Internet
Bos Microsoft Satya Nadella Ungkap Peluang Komunitas Developer Indonesia Masuk 5 Besar Dunia

Bos Microsoft Satya Nadella Ungkap Peluang Komunitas Developer Indonesia Masuk 5 Besar Dunia

Software
Cara Mengaktifkan Passkey di WhatsApp Android

Cara Mengaktifkan Passkey di WhatsApp Android

Software
OpenAI Rilis Fitur 'Memory' di ChatGPT, Bisa Ingat dan Kenali Pengguna

OpenAI Rilis Fitur "Memory" di ChatGPT, Bisa Ingat dan Kenali Pengguna

Software
Daftar 20 HP Terlaris Sepanjang Sejarah, Nomor 1 Bukan Smartphone

Daftar 20 HP Terlaris Sepanjang Sejarah, Nomor 1 Bukan Smartphone

Gadget
Microsoft Investasi Rp 27 Triliun di Indonesia, Terbesar dalam 29 Tahun

Microsoft Investasi Rp 27 Triliun di Indonesia, Terbesar dalam 29 Tahun

e-Business
'Microsoft Build: AI Day' Digelar di Jakarta, Dihadiri CEO Microsoft Satya Nadella

"Microsoft Build: AI Day" Digelar di Jakarta, Dihadiri CEO Microsoft Satya Nadella

e-Business
Bukti Investasi Apple Rp 1,6 Triliun di Indonesia Masih Sekadar Janji

Bukti Investasi Apple Rp 1,6 Triliun di Indonesia Masih Sekadar Janji

e-Business
Smartphone Vivo Y18e Meluncur, Bawa Layar 90 Hz dan Baterai 5.000 mAh

Smartphone Vivo Y18e Meluncur, Bawa Layar 90 Hz dan Baterai 5.000 mAh

Gadget
Tablet Xiaomi Pad 6S Pro Meluncur di Indonesia 5 Mei, Ini Bocoran Spesifikasinya

Tablet Xiaomi Pad 6S Pro Meluncur di Indonesia 5 Mei, Ini Bocoran Spesifikasinya

Gadget
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com