Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Waspada, Ada Malware Berbahaya Incar Android TV

Kompas.com - 21/01/2024, 08:00 WIB
Lely Maulida,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

Sumber TechRadar

KOMPAS.com - Malware alias software jahat kini tidak hanya mengincar PC/laptop atau smartphone saja. Android TV pun menjadi target dari para penjahat siber saat ini.

Menurut temuan para peneliti keamanan siber di Qianxin Xlabs, sekelompok peretas diam-diam memasang botnet di Android TV dan dekoder alias set top box (STB) eCos di seluruh dunia.

Botnet adalah sejumlah program yang terhubung via internet, lalu terhubung dengan program sejenis untuk menjalankan serangan siber.

Para peneliti menyebut serangan itu sebagai operasi "Bigpanzi". Mereka juga mengeklaim ada sekitar 170.000 botnet yang aktif setiap harinya.

Namun, jumlahnya ditaksir lebih banyak lagi karena tidak semua botnet terdeteksi aktif di saat yang sama. Para peneliti juga mendeteksi ada sekitar 1,3 juta alamat IP unik sejak Agustus 2023.

Baca juga: HP Huawei Tandai Aplikasi Google sebagai Malware

Secara teknis, perangkat lunak jahat ini menginfeksi perangkat lewat pembaruan firmware atau aplikasi palsu yang mengecoh pengguna untuk mengunduh dan menginstalnya sendiri. Aplikasi itu kemudian memasang dua varian malware, yakni pandoraspear dan pcdn.

Salah satu malware trojan memungkinkan penjahat siber melihat pengaturan DNS dan menjalankan perintah.

Kemudian malware lainnya membantu membangun peer-to-peer (P2P) Content Distribution Network sehingga bisa melancarkan serangan Distributed Denial of Service (DDoS), yaitu serangan yang merusak lalu lintas server.

Setelah menjalankan aksinya, penyerang bisa mengubah STB yang disusupi malware menjadi node dan menawarkannya sebagai bagian dari layanan streaming ilegal.

Mereka juga bisa menawarkan sewa jaringan proxy dan melakukan serangan DDos ke siapa pun yang membayar. Kemampuan lainnya yaitu memakai botnet untuk menyediakan konten secara ilegal.

Baca juga: Hacker Makin Mudah Bikin Malware Menggunakan AI

Berdasarkan studi para peneliti, serangan ini sebenarnya sudah aktif sejak tahun 2015. Sebagian besar korbannya kemungkinan berada di Brasil.

"Selama delapan tahun terakhir, diam-diam Bigpanzi sudah beroperasi dan mengumpulkan kekayaan tanpa diketahui," kata Xlabs dalam laporannya, dikutip dari Tech Radar, Minggu (21/1/2024).

Seiring dengan kemajuan operasinya, para peretas juga mendapatkan lebih banyak sampel, nama domain hingga alamat IP. Jadi, temuan para peneliti hanya segelintir dari apa yang sudah mereka raup selama delapan tahun terakhir.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber TechRadar
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Intel Umumkan Chip AI Gaudi 3, Klaim Lebih Kencang dari Nvidia H100

Intel Umumkan Chip AI Gaudi 3, Klaim Lebih Kencang dari Nvidia H100

Hardware
Kenapa Nomor Telepon Tidak Bisa Daftar WhatsApp? Begini Penjelasannya

Kenapa Nomor Telepon Tidak Bisa Daftar WhatsApp? Begini Penjelasannya

Software
2 Cara Mencari Judul Lagu dengan Suara di Google, Mudah dan Praktis

2 Cara Mencari Judul Lagu dengan Suara di Google, Mudah dan Praktis

Software
3 HP Klasik Nokia Dirilis Ulang dengan Upgrade, Ada Seri 6310

3 HP Klasik Nokia Dirilis Ulang dengan Upgrade, Ada Seri 6310

Gadget
Fitur Passkey X Twitter Rilis Global, Pengguna di iPad dan iPhone Bisa Login Tanpa Password

Fitur Passkey X Twitter Rilis Global, Pengguna di iPad dan iPhone Bisa Login Tanpa Password

Software
TikTok Notes, Inikah Aplikasi 'Pembunuh' Instagram?

TikTok Notes, Inikah Aplikasi "Pembunuh" Instagram?

Software
Fitur AI 'Circle to Search' Kini Bisa Terjemahkan Kalimat Instan

Fitur AI "Circle to Search" Kini Bisa Terjemahkan Kalimat Instan

Software
Xiaomi Redmi Pad Pro Meluncur, Tablet 12 Inci dengan Snapdragon 7s Gen 2

Xiaomi Redmi Pad Pro Meluncur, Tablet 12 Inci dengan Snapdragon 7s Gen 2

Gadget
Cara Beli Tiket Bioskop Online dengan Mudah buat Nonton Film Saat Libur Lebaran 2024

Cara Beli Tiket Bioskop Online dengan Mudah buat Nonton Film Saat Libur Lebaran 2024

e-Business
7 Aplikasi Edit Foto Lebaran untuk Android dan iOS agar Lebih Estetik

7 Aplikasi Edit Foto Lebaran untuk Android dan iOS agar Lebih Estetik

Software
HP Xiaomi Terbaru Redmi Turbo 3 Dijual di Indonesia sebagai Poco F6?

HP Xiaomi Terbaru Redmi Turbo 3 Dijual di Indonesia sebagai Poco F6?

Gadget
7 Aplikasi Edit Foto untuk Lebaran 2024 biar Makin Ciamik

7 Aplikasi Edit Foto untuk Lebaran 2024 biar Makin Ciamik

Software
4 Cara Beli Tiket Wisata Online buat Libur Lebaran 2024, Mudah dan Praktis

4 Cara Beli Tiket Wisata Online buat Libur Lebaran 2024, Mudah dan Praktis

e-Business
Cara Membuat HP Android atau iPhone Jadi CCTV untuk Pantau Rumah Selama Ditinggal Mudik

Cara Membuat HP Android atau iPhone Jadi CCTV untuk Pantau Rumah Selama Ditinggal Mudik

Hardware
Kekayaan Bos Facebook Mark Zuckerberg Lampaui Elon Musk

Kekayaan Bos Facebook Mark Zuckerberg Lampaui Elon Musk

e-Business
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com