Snapchat Rugi Dua Kali Lipat dari Tahun Lalu - Kompas.com

Snapchat Rugi Dua Kali Lipat dari Tahun Lalu

Yoga Hastyadi Widiartanto
Kompas.com - 12/05/2017, 10:41 WIB
Quartz Pendiri Snapchat Evan Spiegel.

KOMPAS.com - Snap, perusahan pemilik Snapchat, untuk pertama kalinya melaporkan pendapatannya setelah menjadi perusahaan publik. Laporan tersebut menunjukkan pertumbuhan sekaligus kerugian cukup besar yang menimpa mereka.

Catatan kerugian Snapchat sekarang naik hingga lebih dari 2,2 miliar dollar AS atau setara Rp 29,3 triliun. Jumlah kerugian itu naik dua kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Nilai ini berarti perusahaan kehilangan uang sekitar dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Beberapa di antaranya, pada kuartal pertama 2016 perusahaan membakar 104 juta dollar AS atau setara Rp 1,3 triliun.

Perusahaan juga kehilangan 208 juta dollar AS atau setara Rp 2,7 triliun dalam tiga bulan pertama 2017. Sedangkan keuntungan yang dihasilkan dari satu pengguna Snapchat hanyalah 90 sen atau sekitar Rp 12.000.

Namun, sebagaimana dilansir KompasTekno dari The Verge, Jumat (12/5/2017), kerugian yang terjadi sekarang tidak seluruhnya disebabkan kegagalan penjualan mereka.

Sebagian besar catatan kerugian Snapchat saat ini disebabkan oleh pengeluarkan sekali waktu yang terkait dengan bonus saham pasca penawaran perdana. Sebagai gambaran, CEO Snap Evan Spiegel saja mendapat bonus 750 juta dollar AS atau sekitar Rp 9,99 triliun.

Di sisi lain, Snapchat mengalami pertumbuhan yang lambat. Total klik pengguna aktif Snapchat kini mencapai 166 juta, atau naik 5 persen dibandingkan kuartal lalu dan kenaikan 36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan secara keuangan, pendapatan perusahaan juga mengalami peningkatan hampir 300 persen. Snapchat mengantongi 150 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,99 triliun pada kuartal pertama.

Dari total pendapatan itu, sekitar 8 juta dollar AS atau sekitar Rp 106,6 miliar diperoleh dari penjualan kacamata Spectacles.

Baca: Pesan di Snapchat Kini Bisa Dilihat Selamanya


PenulisYoga Hastyadi Widiartanto
EditorReska K. Nistanto
SumberThe Verge,
Komentar
Close Ads X