Pesawat Bertenaga Listrik Meluncur pada 2020? - Kompas.com

Pesawat Bertenaga Listrik Meluncur pada 2020?

Reska K. Nistanto
Kompas.com - 09/10/2017, 11:58 WIB
Pesawat bertenaga hybrid, gabungan listrik dan generator konvensional rancangan Zunum.Zunum Pesawat bertenaga hybrid, gabungan listrik dan generator konvensional rancangan Zunum.

KOMPAS.com - Mobil bertenaga listrik mulai banyak berlalu-lalang di jalanan, namun bagaimana dengan pesawat terbang? Startup  bernama Zunum mencoba mewujudkannya.

Perusahaan startup asal Seattle, Wahsington, AS itu saat ini sedang mengembangkan pesawat bertenaga listrik yang menggabungkan daya baterai dengan generator konvensional (hybrid).

Didukung oleh pabrikan pesawat Boeing dan maskapai AS, JetBlue, Zunum menargetkan pesawat listrik pertama buatannya akan diluncurkan pada 2020 nanti. Pesawat tersebut didesain mengangkut 12 penumpang.

Pesawat listrik hybrid buatan Zunum juga, dilansir KompasTekno dari Mashable, Senin (9/10/2017), dirancang agar mampu terbang sejauh 700 mil, jarak yang mencukupi kebutuhan penerbangan rute pendek.

Baca: Mengapa Bengkel Pesawat Itu Penting?

Pesawat bertenaga listrik tersebut diklaim Zunum bisa mengurangi emisi gas buang dan kebisingan hingga 80 persen dibandingkan pesawat jet konvensional saat ini.

Selain Zunum, maskapai Eropa, Easyjet juga berencana meluncurkan layanan pesawat bertenaga listrik pada 2027, atau 10 tahun dari sekarang.

EsyJet menggandeng perusahaan startup Wright Electric membuat pesawat terbang bertenaga listrik kapasitas 120 hingga 220 penumpang dengan daya jelajah 335 mil.

Kendala baterai

Namun, saat ini cita-cita mewujudkan pesawat bertenaga listrik masih terkendala oleh satu masalah mendasar, yakni soal fisika. Diketahui, kepadatan energi yang dihasilkan oleh bahan bakar jet itu lebih tinggi dibanding kepadatan energi yang dihasilkan sebuah baterai penyimpan listrik.

Perbandingannya, jika pesawat konvensional bisa terbang ribuan mil sebelum membutuhkan isi ulang bahan bakar, maka pesawat bertenaga listrik hanya bisa terbang sebentar saja sebelum baterainya kehabisan setrum.

Meski demikian, hal itu bukan berarti tak bisa diatasi. Ilmuwan NASA, Sean Clarke mengatakan bahwa sistem propulsi elektrik mungkin bisa terwujud lebih cepat dari yang dibayangkan.

"Karena sistem propulsi elektrik lebih efisien," ujar Clarke.

Performa baterai disebut Clarke saat ini semakin meningkat dengan grafik yang konstan, sehingga performa motor elektrik diharapkan masih bisa ditingkatkan. Dengan peningkatan itu, pesawat bertenaga lsitrik diharapkan bisa terbang lebih jauh lagi.

Baca: Tutup Mesin Pesawat A380 Air France Lepas di Udara, Video Beredar di Twitter

PenulisReska K. Nistanto
EditorDeliusno
Sumber Mashable
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM