Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Indonesia Dinilai Sudah Layak Punya Toko Fisik Apple Store

KOMPAS.com - Rencana CEO Apple Tim Cook mengunjungi Indonesia pada 20 April mendatang boleh jadi "sinyal" kehadiran toko resmi Apple Store pertama di Tanah Air. Meski belum dipastikan, kita boleh berharap. Sebab saat ini, penjualan perangkat Apple di Indonesia masih dipegang oleh distributor.

Selain kehadiran Tim Cook, ada juga pertanda lain. Salah satunya berasal dari iklan lowongan kerja yang diunggah Apple. Lowongan kerja itu untuk mengisi beberapa posisi di Indonesia.

Meski belum pasti, Indonesia dianggap layak untuk disambangi Apple Store. Pasalnya, Indonesia merupakan salah satu pasar ponsel yang cukup besar dan berkontribusi di kawasan Asia Tenggara.

Hal ini disampaikan Satish, salah satu Tech YouTuber dari kanal K2G. Selain pasarnya besar, menurut Satish, Indonesia juga layak memiliki Apple Store karena persaingan pasar ponsel premium di Tanah Air belakangan cukup sengit.

Nah, kehadiran Apple Store di Indonesia, lanjut Satish, bisa mengambil sedikit porsi dari pasar ponsel premium tersebut, tentunya dengan kontrol penuh atas strategi pemasaran yang lepas dari distributor resmi macam iBox Indonesia, Digimap, dll. 

"Sampai sekarang, kita bisa lihat banyak vendor berlomba-lomba meluncurkan ponsel Android ke Indonesia. Bahkan di 2024 ini, beberapa dari mereka berani memasarkan ponsel flagship-nya ke sini, sehingga ini merupakan salah satu tanda bahsa pasar ponsel premium di Indonesia cukup diminati," kata Satish kepada KompasTekno melalui pesan singkat.

Hal serupa disampaikan dua Tech YouTuber lainnya yaitu Malvin dari kanal Bestindotech dan Putu Reza (Reza) dari kanal @projectreview. 

Malvin menyebut Indonesia memiliki Apple Store karena merupakan pasar ponsel terbesar di Asia Tenggara.

"Pasar Indonesia bisa dibilang yang terbesar di Asia Tenggara, dan Apple punya produk yang bervariatif mulai dari yang cukup terjangkau hingga yang premium seperti brand ponsel lain, sehingga saya anggap Indonesia cukup layak untuk dapat Apple Store," jelas Malvin.

Menurut Malvin, kehadiran Apple Store di Indonesia juga akan memberikan benefit kepada konsumen. Contohnya dari aspek after sales.

Malvin mengatakan, after sales saat ini yang diberikan distributor resmi sebenarnya sudah sesuai standard Apple. Kendati demikian ia mengatakan bahwa konsumen Indonesia juga harus mendapat edukasi tentang arti "garansi" agar memiliki pemahaman yang utuh.

Sementara Tech YouTuber Putu Reza menganggap pengguna perangkat Apple di sini juga sudah tinggi. Hal itu menjadi salah satu faktor yang membuat Apple Store layak hadir di Indonesia.

"Menurut saya Indonesia layak punya Apple Store, lantaran pengguna Apple di sini sudah banyak dan daya beli masyarakat juga sudah meningkat atau mampu membeli ponsel premium," kata Reza.

Senada dengan Malvin, Reza juga mengatakan bahwa kehadiran Apple Store resmi di Indonesia akan mempermudah after sales bagi para konsumen.

"Seharusnya akan sangat bisa mengakomodir after sales. Apalagi jika melihat testimoni klaim garansi yang seringkali tidak mulus, inden spare part lama, dan pada akhirnya bagi yang mampu malah harus pergi ke Singapura untuk servis," pungkas Reza.

Kendati dianggap layak, ketiga Tech YouTuber ini kompak mengatakan bahwa mereka belum sepenuhnya optimistis akan kehadiran Apple Store di Indonesia.

Sebab, Apple tentunya harus mengikuti peraturan dan regulasi yang berlaku di Indonesia, apabila mereka memang benar ingin beroperasi dan membuka Apple Store di Tanah Air. 

Menyoal pasar ponsel di Indonesia, segmen kelas menengah tentunya menjadi segmen paling "seksi" bagi vendor ponsel. Namun, pasar ponsel premium di Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata, lantaran mulai meningkat belakangan ini.

Laporan lembaga riset pasar Counterpoint mencatat bahwa segmen smartphone kelas atas (harga di atas 600 dollar AS/sekitar Rp 9,4 juta) mengalami pertumbuhan 11 persen pada 2023 lalu.

Kemudian pada laporan Februari 2024, Counterpoint mencatat, pengiriman ponsel premium meningkat, salah satunya karena iPhone 15 Series dan beberapa ponsel premium lain, seperti Samsung Galaxy Z Flip5/Fold5 dan Oppo Reno10 Pro Plus.

Dari laporan itu, tercermin bahwa pasar Indonesia seharusnya menjadi salah satu yang berpotensi.

Apalagi pertumbuhan pasar smartphone kelas premium di Indonesia tidak hanya terjadi pada 2023, melainkan juga pada 2022. Saat itu pada kuartal III-2022, peningkatan pasar HP premium tercatat mencapai 19 persen.

Terlepas dari berbagai peningkatan di pasar ponsel premium di Indonesia, begitu juga pendapat dari para Tech YouTuber tadi, Apple hingga saat ini masih belum melirik pasar Indonesia.

Di Asia Tenggara sendiri, Apple hanya membuka dua Apple Store saja dan itu berlokasi di Singapura. Lantas, apakah Apple akan membuka toko resmi pertama mereka di Indonesia dan mungkin menjadi yang ketiga di Asia Tenggara? Kita nantikan saja. 

https://tekno.kompas.com/read/2024/03/28/15000097/indonesia-dinilai-sudah-layak-punya-toko-fisik-apple-store

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke