Mencegah Anak Terimbas Pornografi

Kompas.com - 27/06/2010, 10:53 WIB
Editordin

KOMPAS.com - Saat kasus penyebaran video porno merebak melalui jaringan internet dan telepon seluler, sekolah dan polisi lantas merazia para siswa yang membawa telepon seluler. Berbagai peranti lunak untuk ”internet aman” ditawarkan.

Etty Setiabudy (45) terkejut ketika putranya, Alexander Khrisna Satyadhana (9), bercerita bahwa dua orang teman sekelasnya pernah menonton video porno yang pada bulan ini marak diperbincangkan. Kekagetan itu bertambah ketika anak teman sekantornya yang masih bersekolah di kelas dua sekolah dasar juga tahu tentang video tersebut.

Namun, Etty berusaha menyembunyikan kekagetannya di depan Alexander. ”Waktu dia bercerita, saya berusaha tenang. Soalnya, kalau saya terlihat kaget, itu justru akan memancing rasa penasaran dia,” kata Etty.

Selain dari teman-teman sekolah, Etty sangat khawatir anak semata wayangnya tersebut tahu tentang hal-hal berbau pornografi dari media televisi. Apalagi, sejak awal kasus ini mengemuka, semua stasiun televisi di negeri ini terus-menerus memberitakan hal tersebut, termasuk dengan menayangkan potongan gambar.

Etty berusaha agar Alexander tidak terakses tontonan stasiun televisi Indonesia. ”Kebetulan di rumah kami berlangganan TV kabel. Saya mengarahkan dia untuk nonton acara-acara yang mendidik, tetapi kan tidak semua anak seberuntung dia. Jadi, sebagai orangtua, saya berharap pemerintah mengontrol tayangan stasiun-stasiun televisi kita,” kata Etty.

Selain tindakan pemerintah, Etty sadar bahwa keluarga memiliki peran paling penting dalam mengawasi perilaku anak. Sesibuk apa pun bekerja, Etty berusaha meluangkan waktu untuk dekat dengan anak, seperti dengan cara berdiskusi.

Di samping itu, Etty juga mengontrol Alexander saat mengakses internet. Apalagi, tak bisa dimungkiri bahwa perkembangan teknologi sangat berpengaruh dalam kehidupan setiap orang saat ini, termasuk anak-anak.

Komputer di rumah Etty disimpan di tempat terbuka, yaitu di ruang keluarga agar pengawasan bisa dilakukan anggota keluarga lain saat Alexander tengah berinternet.

Selain itu, Etty berusaha mengenalkan pendidikan seks kepada anak dengan caranya sendiri. ”Sekarang ini sudah banyak buku tentang seks buat anak-anak yang penuh gambar, seperti komik. Saya sengaja membelikan buku-buku seperti itu, seperti anatomi tubuh manusia, supaya dia tahu dari sudut pandang ilmu pengetahuan. Saat ini, dia bahkan sudah bisa menjelaskan kepada saya soal reproduksi,” ujar Etty.

Memberikan pendidikan seks dalam keluarga juga dilakukan Margaretha (62) guna membentengi anak dari pengaruh pornografi, terutama ketika lima anaknya mulai beranjak remaja.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.