Holo, "Senjata" Google untuk Kurangi Fragmentasi

Kompas.com - 11/01/2012, 07:25 WIB
EditorReza Wahyudi

GoogleAntarmuka Holo dari Google, harus diimplementasikan ke dalam perangkat Android untuk mempermudah pengembang dan vendor mengintegrasikan widget, tombol aplikasi, dan menu di layar.

KOMPAS.com - Google mencoba untuk menghentikan atau setidaknya mengurangi fragmentasi di sistem operasi Android. Satu langkah pertama untuk mewujudkan ini adalah dengan mewajibkan pengembang dan vendor untuk menggunakan antarmuka default Holo pada perangkat Android.

Holo adalah antarmuka atau tema dari Google yang harus diimplementasikan ke dalam perangkat Android untuk mempermudah pengembang dan vendor mengintegrasikan widget, tombol aplikasi, dan menu di layar.

Ini dilakukan Google mengingat sistem operasi besutannya itu sudah terfragmentasi (digunakan di berbagai macam perangkat yang berbeda) dan sering ditemuinya sebuah aplikasi Android yang tidak bekerja dengan baik di perangkat Android tertentu.

Banyak aplikasi Android yang tidak kompatibel pada perangkat dengan ukuran layar dan resolusi yang berbeda, terutama pada smartphone Android berlayar kecil atau yang dilengkapi dengan keyboard QWERTY.  Hal semacam ini bisa menyebabkan menyebabkan inkonsistensi pada perangkat Android.

Tim Bray, Advokat Pengembang Google yang fokus mengurus Android, menulis dalam blognya, Holo harus digunakan di semua perangkat yang menggunakan sistem operasi Android.

Bray pun berharap agar pengembang aplikasi juga menggunakan Holo dan tidak menggunakan antarmuka yang sudah dikostumisasi.

"Dalam Application Programing Interface (API) Android 4.0, kami telah menambahkan tema baru untuk melengkapi Holo yang diperkenalkan pada sistem operasi Android 3.0 yaitu DeviceDefault," tulis Bray.

Menurutnya, keluarga DeviceDefault dan gaya widget-widget-nya, telah menawarkan kemudahan agar pengembang dapat menyesuaikan tema Android secara utuh.

Saat ini Google sedang gencar mempromosikan Holo, agar para pengembang aplikasi mengetahui bahwa ada antarmuka default yang harus mereka gunakan ketika sedang membangun aplikasi.

Google berharap aplikasi Android memiliki identitas kuat dan familiar digunakan oleh penggunanya karena tombol, widget, hingga temanya konsisten atau seragam.

Namun, sebagian pakar menilai pesimis, Holo tidak akan mengakhiri fragmentasi di Android. Namun setidaknya, Google telah melakukan arahan yang benar untuk menjaga konsistensi tampilan di perangkat Android.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X