Karena WhatsApp, Operator Seluler Rugi Rp 382 Triliun

Kompas.com - 23/02/2014, 16:52 WIB
Aplikasi pesan instan WhatsApp ReutersAplikasi pesan instan WhatsApp
Penulis Aditya Panji
|
EditorAditya Panji

Operator seluler di luar AS diprediksi juga merasakan kerugian, termasuk di Eropa, India, dan Amerika Latin.

Di Meksiko, misalnya, hampir 90 persen pesan yang dikirim ternyata memanfaatkan layanan WhatsApp, menurut Ernesto Piedras, direktur perusahaan konsultan telekomunikasi Intelligence Unit.

"Sejak satu setengah tahun yang lalu, pengguna WhatsApp di Meksiko luar biasa banyak. Layanan ini nyaman, dan semakin banyak orang memiliki, semakin banyak juga yang menggunakannya," tutur Piedras, seperti dikutip dari Bloomberg.

Padahal, sekitar 6 hingga 8 tahun lalu, layanan SMS menyumbang 15 persen untuk total perusahaan operator seluler di Meksiko. Sekarang, kontribusi SMS bagi operator seluler di Meksiko hanya sekitar 7 sampai 8 persen.

Perusahaan telekomunikasi Royal KPN NV (KPN) asal Belanda punya cara tersendiri untuk mempertahankan pendapatan dari layanan SMS. Menurut analis Mark Little dari Ovum, perusahaan KPN tidak memberi layanan pesan instan secara bebas dari paket yang mereka tawarkan.

"Pendapatan KPN dari SMS anjlok karena pelanggan menggunaan sesuatu yang lebih baik dan bebas," katanya.

Di tengah tren macam ini, operator seluler ditantang untuk menawarkan layanan internet yang stabil dan cepat. Karena, semakin banyak pelanggan yang menggunakan aplikasi pesan instan serta media sosial, yang semua itu berjalan di atas jaringan dan infrastruktur yang dibangun operator seluler.

Menurut Joseph Natale, direktur komersial Telus Corp, operator seluler terbesar kedua di Kanada, pada akhirnya layanan telepon dan SMS akan menjadi salah satu dari sebuah fitur yang melekat pada perencanaan paket internet. "Pada titik tertentu, semuanya menjadi layanan data (internet)," kata Natale.

Kendati demikian, lembaga riset Ovum memprediksi layanan SMS tidak akan mati dalam waktu dekat.

Halaman:


Sumber Bloomberg
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X