Menerawang Nasib Business Analytics

Kompas.com - 13/04/2014, 08:26 WIB
Khusus investor asal China, menurut Director Investment and Development Service Colliers International Indonesia, Steve Atherton, memang ingin menunjukkan hegemoninya pasca rekam jejak mereka di Inggris, Amerika Serikat, dan Australia. www.shutterstock.comKhusus investor asal China, menurut Director Investment and Development Service Colliers International Indonesia, Steve Atherton, memang ingin menunjukkan hegemoninya pasca rekam jejak mereka di Inggris, Amerika Serikat, dan Australia.
EditorWicak Hidayat
Penulis: Kristianus Yulianto*

KOMPAS.com - Banyak pakar yang mengidentifikasi hal-hal berikut sebagai teknologi yang strategis untuk dikembangkan  di tahun-tahun mendatang, seperti perangkat bergerak, mobile apps, dan cloud computing. Ketiganya diprediksi akan semakin berkembang dan mempengaruhi perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di masa depan.

Tren teknologi informasi dan komunikasi

  • Perangkat bergerak (mobile device) dan aplikasi bergerak (mobile apps): Perkembangan perangkat bergerak menciptakan paradigma baru “keniscayaan apapun dan dimana pun”. Hal ini menciptakan kebutuhan bahwa tidak hanya komunikasi tetapi juga data, pemrosesan dan output harus dapat dilakukan menggunakan perangkat bergerak.  
  • Cloud computing: Semakin dirasanya kebutuhan  TIK  oleh semua kelompok organisasi bisnis (baik enterprise maupun SMB) dan semakin cepat adopsi teknologi perangkat TIK, akan mendorong perusahaan–perusahaan cenderung memilih cloud daripada melakukan investasi perangkat sendiri. Cukup memperhatikan fungsi dan service-level agreement (SLA) saja.

Big data, customer oriented, visualisasi

Dengan memperhatikan hal- hal di atas, maka dengan gambling bisa diperkirakan arah perkembangan Business Analytic di tahun- tahun mendatang akan didorong oleh hal-hal berikut:

  1. Big Data: Kehadiran era Big Data ini dipercepat dengan semakin populernya social media yang merupakan sumber data tidak terstruktur. Yang ke depannya akan menjadi sumber data juga dalam mengambil keputusan, bahkan para ahli menyebutkan bahwa ke depannya 80% data akan bersumber dari data tak terstruktur ini.
  2. Customer Intelligence: Kita bisa melihat customer semakin mudah membandingkan tawaran–tawaran yang ada, semakin mudah memutuskan, dan semakin ingin dihargai. Sehingga sangat penting bagi organisasi untuk mempunyai sistem yang mendukung terbentuknya sistem Customer Intelligence, yang memungkinkan para pengambil keputusan memahami karakter dan kesukaan pelanggannya.
  3. Mobile dan Visualisasi: Dengan semakin canggih dan meningkatnya kemampuan perangkat bergerak, pemanfaatannya tidak hanya untuk berkomunikasi dan ber-social media, melainkan juga untuk menggantikan PC/Laptop. Selain itu, perangkat bergerak menampilkan penyajian yang lebih menarik dan memudahkan pemahaman. Hal ini menjadi salah satu perhatian ketika orang ingin menerapkan Business Analytics.
Business Analytics sebuah Road Map

Membahas tren Business Analytics jawabannya tidaklah tunggal. Karena penerapannya sangat ditentukan sesuai dengan tingkat “information maturity” organisasi. Ada roadmap yang harus diperhatikan:

Membangun Data Warehouse dan Business Intelligence Reporting

Hal ini menjadi pilihan organisasi-organisasi yang  datanya masih tersebar terpisah (island-island). Pada tahapan ini, data integration, penyajian pelaporan standar dan adhoc  serta fasilitas query untuk melakukan analisis bisnis dan pengambilan keputusan adalah fungsi-fungsi yang harus ada untuk memaksimalkan data warehouse yang dibangun. Tidak bisa dilupakan harus  diimplementasika data quality untuk membakukan dan membersihkan data-data yang  tersebar dan menjadi satu-satunya sumber data yang benar. Hal ini penting karena tanpa adanya fungsi data quality, maka data warehouse hanya akan menjadi gudang sampah yang akan menghasilkan informasi sampah (Garbage In Garbage Out).

Business Intelligence Visualization

Organisasi- organisasi yang  sudah membangun data warehouse-nya, seiring dengan bertambahnya  data serta berkembangnya perangkat bergerak akan mengembangkan aplikasi Business Intelligence yang mendukung mobile apps. Business Analytics yang akan dikembangkan adalah teknologi yang memungkinkan melakukan pengambilan data besar (untuk keperluan Analisis) dari perangkat bergerak dan melakukan pemrosesan secara cepat di dalamnya (High Performance Analytics/HPA).

Dan tentu saja penyajian output-nya dimungkinkan lebih menarik dengan tersedianya feature-feature visualisasi  di  perangkat bergerak (3D, GIS ,dll). Pilihan yang tersedia dalam mengimplementasikan HPA adalah dengan menerapkan In Database processing (data diolah di storage), In Memory Processing (data diolah di memori) dan menerapkan Grid Computing (pemrosesan dipilah-pilah dan didistribusikan ke banyak perangkat).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X