Kompas.com - 18/04/2014, 07:25 WIB
Dari kiri ke kanan: Direktur Inovation & Strategic Portfolio Telkom Achmad Sugiarto, President Director & CEO Indosat Alexander Rusli, Direktur Utama PT KCJ Tri Handoyo, President Director & CEO XL Axiata Hasnul Suhaimi, dan Executive Vice President Sistem Informasi PT KAI Mukti Jauhari Dokumentasi XL AxiataDari kiri ke kanan: Direktur Inovation & Strategic Portfolio Telkom Achmad Sugiarto, President Director & CEO Indosat Alexander Rusli, Direktur Utama PT KCJ Tri Handoyo, President Director & CEO XL Axiata Hasnul Suhaimi, dan Executive Vice President Sistem Informasi PT KAI Mukti Jauhari
Penulis Aditya Panji
|
EditorWicak Hidayat
JAKARTA, KOMPAS.com -- Penumpang kereta api rel listrik Jabodetabek kini bisa mengisi saldo kartu multitrip (KMT) dengan layanan uang elektronik dari perusahaan telekomunikasi XL Axiata, Indosat, dan Telkom. Layanan ini mulai aktif pada Kamis, (17 April 2014).

Layanan ini memang ditujukan kepada pengguna KMT yang mendominasi transaksi tiket elektronik kereta Jabodetabek. PT KAI Commuter Line Jabodetabek (KCJ) mencatat, ada 600.000 transaksi tiket elektronik per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 55 persen penumpang menggunakan kartu multitrip.

Pelanggan salah satu perusahaan telekomunikasi itu terlebih dulu harus mengaktifkan akun uang elektronik, XL Tunai, Indosat Dompetku, atau Telkom T-Money.

Saat mengisi ulang saldo KMT, pengguna harus memasukkan 16 digit nomor kartu yang tertera di bagian belakang KMT. KMT yang telah diisi ulang kemudian harus diletakkan di vending machine stasiun untuk menuntaskan proses reload atau transfer dana dari layanan uang elektronik perusahaan telekomunikasi.

Vending machine saat ini sudah tersedia di tiga stasiun, yaitu Sudirman, Bogor, dan Jakarta Kota. Tahun ini, vending machine itu rencananya akan dipasang pada 20 stasiun lain di Jabodetabek.

Presiden Direktur dan CEO Indosat Alexander Rusli mengatakan, hadirnya layanan uang elektronik dari perusahaan telekomunikasi ini bertujuan mendukung program pemerintah yang fokus memperbaiki dan meningkatkan kualitas sistem transportasi. Selain itu, layanan ini juga memudahkan pelanggan agar tidak perlu mengantre saat mengisi saldo KMT di stasiun.

Pengguna yang mengisi saldo KMT dengan layanan uang elektronik dari perusahaan telekomunikasi dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 2.500 setiap isi saldo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, jika mengisi saldo kartu Tiket Harian Berjaminan (THB) atau single trip, biaya administrasi yang dikenakan adalah Rp 350.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.