Kompas.com - 08/05/2014, 10:12 WIB
Penulis Aditya Panji
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Google punya proyek besar bernama Project Loon yang menyebarkan jaringan internet dengan balon udara di daerah-daerah terpencil. Namun, ambisi itu nampaknya tak berjalan lancar sehingga Google harus menjalin kerja sama dengan perusahaan operator telekomunikasi.

Google dilaporkan tidak mendapatkan izin oleh regulator di beberapa negara dalam mendapatkan izin pemakaian spektrum frekuensi. Mereka hanya diizinkan memanfaatkan spektrum frekuensi yang dimiliki perusahaan telekomunikasi.

Google nampaknya akan menyewakan balon udaranya kepada operator telekomunikasi di masing-masing negara. Menurut Astro Teller yang memimpin laboratorium penelitian Google X, langkah tersebut bisa menjadi jalan keluar yang tepat.

"Itu benar-benar membuat Anda merasa jauh lebih nyaman, karena saya (Google) tidak menyerang negara Anda atau saya merebut pelanggan Anda. Jadi, sekarang Anda dan saya bisa menjadi teman baik, dan kami bahkan tidak perlu membeli spektrum," ujar Teller seperti dikutip dari The Verge.

Google telah melakukan uji coba menyebarkan internet dengan balon udara pada 15 Juni 2013 di wilayah Christchurh, Selandia Baru.

Balon-balon udara ini dilengkapi dengan peralatan elektronik bertenaga surya dan diterbangkan ke lapisan stratosfer pada ketinggian 20 km atau dua kali ketinggian terbang pesawat, tapi masih berada jauh di bawah jalur orbit satelit.

Dari sana, balon-balon Google akan tersambung ke menara internet service provider (ISP) di darat. Sinyal akan diteruskan ke balon-balon lain yang sama-sama terbang di langit dan berada dalam jangkauan.

Nah, sambungan internet ini kemudian dipancarkan oleh tiap-tiap balon ke permukaan bumi secara nirkabel dan bisa ditangkap dengan menggunakan perangkat penerima khusus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber The Verge


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.