Kompas.com - 03/06/2014, 10:11 WIB
NSA mendapat kecaman dari banyak pihak yang merasa privasinya dilanggar. BBCNSA mendapat kecaman dari banyak pihak yang merasa privasinya dilanggar.
|
EditorWicak Hidayat

KOMPAS.com -- Penjualan software buatan Tiongkok dilaporkan meningkat secara signifikan setelah aktivitas mata-mata Pemerintah AS diungkap oleh whistle blower Edward Snowden.

Perusahaan software Neusoft Corp mengatakan kepada Reuters, Jumat (30/5/2014), bahwa pangsa pasar mereka telah meningkat 15 persen dalam dua bulan terakhir sejak 19 Mei 2014, saat US Justice Department menuntut lima pejabat militer Tiongkok meretas perusahaan Amerika untuk menjual informasi rahasia.

Neusoft Corp adalah salah satu penyedia solusi software yang juga menjual produk-produk jaringan dan software keamanan informasi untuk pemerintah dan klien-klien perusahaan pemerintah.

"Bisa dimengerti jika sebuah negara ingin memperkuat keamanan informasi dan cyber sembari menjaga independensi dan kontrol," terang Lu Zhaoxia, Senior Vice President Neusoft.

Pemerintah Tiongkok sendiri saat ini sedang memperketat keamanan jaringannya, terutama untuk sektor energi, transportasi, dan keuangan. Mereka lebih percaya dan mengandalkan software dan hardware buatan Tiongkok.

"Sebelumnya kami menggunakan IBM, Oracle, dan produk jaringan asing lain, ke depannya, kami akan menggunakan lebih banyak lagi software buatan Tiongkok untuk jaringan domestik," terang Lin Shansan, Investor Relations Office di ChinaSoft, yang juga merupakan anak usaha China Electronics Corp.

Adapun China Electronics Corp adalah perusahaan pemerintah yang saat ini sudah memiliki 13 anak perusahaan lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, penjualan produk-produk teknologi buatan AS diakui mulai menurun di Tiongkok. Hal itu terjadi setelah dokumen NSA yang berisi kegiatan mata-mata mereka diungkap oleh Edward Snowden.

Dalam salah satu dokumen tersebut terungkap bahwa produk-produk TI buatan AS, seperti server dan router yang akan dijual ke luar AS, ternyata dipasangi penyadap.

Pemerintah Tiongkok pada Agustus lalu juga telah membuat standar keamanan siber untuk institusi-institusi finansial, cloud computing, big data, manajemen sistem informasi rahasia, dan kontrol industri.

Tiongkok juga akan menginvestigasi berbagai provider produk-produk dan layanan TI penting dalam rangka melindungi "keamanan negara" dan "pembangunan sosial dan ekonomi".

Di samping itu, Pemerintah Tiongkok bahkan sampai melarang penggunaan Windows 8 dalam komputer-komputer baru yang dipergunakan oleh instansi-instansi pemerintahannya.

"Keamanan informasi negara akan terancam jika software yang digunakan terdapat virus backdoor dan sejenisnya," ujar Mian Wei, pejabat Kementerian Industri dan Teknologi Informasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.