Google Fit Tantang Layanan Kesehatan Apple

Kompas.com - 14/06/2014, 10:47 WIB
Cetakan-cetakan batik cap aneka pola menghiasi logo Google di kantornya di Indonesia Oik Yusuf/Kompas.comCetakan-cetakan batik cap aneka pola menghiasi logo Google di kantornya di Indonesia
|
EditorOik Yusuf

KOMPAS.com - Tak mau ketinggalan dengan Apple untuk layanan kesehatan, Google dilaporkan sedang menyiapkan Google Fit yang rencananya akan diperkenalkan dalam konferensi pengembang aplikasi Google I/O pada akhir Juni nanti.

Layanan kesehatan menjadi perhatian perusahaan-perusahaan teknologi saat ini karena dianggap sudah menjadi bagian dari gaya hidup oleh masyarakat yang juga melek teknologi.

Tak heran jika banyak perusahaan teknologi yang merilis smartphone atau wearable device yang dilengkapi dengan aplikasi kebugaran. Apple sendiri telah mengenalkan HealthKit yang diluncurkan bersamaan dengan sistem operasi terbaru iOS 8 pada pekan lalu.

Bulan lalu, Samsung juga merilis fitur Sami, platform biometrik yang bisa mengumpulkan data informasi kesehatan dari perangkat dan aplikasi yang terdapat di dalamnya.

Sementara menurut laporan Forbes, Kamis (12/6/2014), Google Fit akan memiliki fungsi yang mirip. Layanan ini akan mengumpulkan data melalui API terbuka yang telah diatur dalam sebuah
aplikasi.

Data yang dikumpulkan antara lain menghitung jumlah langkah kaki pengguna saat berjalan, denyut jantung, dan sebagainya. Informasi tersebut kemudian akan ditampilkan dalam layanan berbasis cloud yang menjadi bagian ekosistem Google fit.

Belum jelas apakah Google akan meluncurkan layanan Google Fit ini sebagai bagian dari OS Android versi terbaru atau membuatnya dalam bentuk aplikasi yang bisa diunduh pengguna secara terpisah.

Atau, bisa saja Google menyatukan layanan Google Health dengan Android Wear, sistem operasi khusus yang dikembangkan Google untuk wearable device.

Layanan kesehatan sebelumnya juga pernah dimiliki Google, yaitu Google Health yang merupakan portal untuk informasi-informasi kesehatan. Namun, layanan tersebut dihentikan pada tahun 2012 lalu.

Layanan Google Health saat itu tidak berhasil di pasaran karena konsumen sebenarnya tidak ingin membagi data-data kesehatan mereka, melainkan lebih ingin informasi dan umpan balik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Forbes
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X