Review: Xperia Z2, Kembaran Z1 yang Lebih Bertenaga

Kompas.com - 07/07/2014, 09:20 WIB
Xperia Z2 dari Sony oik yusuf/ kompas.comXperia Z2 dari Sony
Penulis Oik Yusuf
|
EditorWicak Hidayat

KOMPAS.com - Hanya berselang enam bulan setelah kemunculan Xperia Z1, Sony segera merilis handset flagship baru bernama Xperia Z2. Smartphone itu meneruskan tongkat estafet dari Xperia Z1 dan kini menjadi produk teratas di lini smartphone pembuatnya.

Layaknya anak kembar, kedua handset imemiliki bentuk yang bisa dibilang identik. Mereka tidak bisa dibedakan kalau hanya melihat sekilas.

Meski begitu terdapat sejumlah hal yang membedakan Xperia Z2 dari “saudaranya”, Xperia Z1. Sebagian besar menyangkut peningkatan spesifikasi jeroan, ada pula sedikit perubahan tampilan.

Nah, apa saja yang ditawarkan oleh Xperia Z2? Simak ulasan Kompas Tekno berikut ini.

Lapis kaca

Xperia Z2 memiliki desain yang menarik mata. Ponsel berbentuk kotak dengan sudut-sudut membulat ini berwarna hitam mengkilap karena dua sisi depan belakangnya dilapis kaca.

Konsep minimalis tetap dipertahankan Sony di produk ini. Bagian depan Xperia Z2 tampak bersih dari tombol navigasi yang semuanya dijadikan icon pada tampilan antarmuka sistem operasi sehingga menghemat tempat pada bodi ponsel.

Namun, bingkai (bezel) di sisi atas dan bawah layar tetap terlihat tebal sehingga bagian display Xperia Z2 tampak tak terlalu memenuhi muka perangkat ini.

oik yusuf/ kompas.com Tampak depan Sony Xperia Z2
oik yusuf/ kompas.com Tampak belakang Sony Xperia Z2

Sisi depan dan belakang Xperia Z2 berbentuk rata sehingga terasa agak aneh ketika digenggam di tangan. Kesannya kurang ergonomis, tak seperti, katakanlah, Galaxy S5 dari Samsung atau HTC One M8 dengan sisi belakang yang lebih mantap di tangan.

Lapisan kaca pada Xperia Z2 memberikan kesan elegan, tapi tubuh ponsel jadi agak licin dan canggung dalam genggaman, terutama ketika dalam kondisi basah. Pengguna harus hati-hati memegang ponsel ini agar tak jatuh ke lantai.

Tubuh Xperia Z2 sendiri terasa sangat solid, menandakan kualitas konstruksi yang prima.

oik yusuf/ kompas.com Perbandingan Xperia Z2 (kiri) dengan Xperia Z1

Ketika dibandingkan dengan sang “adik”, Xperia Z2 tampak identik. Hanya saja, ukuran layarnya lebih lebar (5,2 inci berbanding 5 inci  pada Xperia Z1) sehingga perangkat ini sedikit lebih “tinggi”.

Perbedaan lain adalah sepasang speaker yang kini dipindah ke bagian muka, mengapit layar seperti konfigurasi pada HTC One.

Pengaturan seperti ini memungkinkan separasi yang lebih baik untuk suara stereo. Suara pun lebih jelas terdengar karena pengerasnya menghadap langsung ke arah pengguna.

Anti-air

Bicara soal kondisi basah tadi, Xperia Z2 memang dirancang anti-air dan anti-debu dengan sertifikasi IP58. Ia sanggup bertahan selama 1 menit di air sedalam 1 meter.

oik yusuf/ kompas.com
Slot micro-SD pada Xperia Z2 tertutup cover kedap air
oik yusuf/ kompas.com
Slot micro-SIM dan konektor micro-USB pada Xperia Z2 juga terlindung penutup anti air

Hampir semua konektor pada Xperia Z2 pun dilindungi dengan penutup khusus yang kedap air, termasuk port micro-USB, serta slot SIM card dan micro-SD. Hanya colokan jack audio 3,5 inci di sisi atas yang dibiarkan terbuka.

Urusan anti-air ini tak perlu diragukan lagi. Sony memang merupakan pelopor tren gadget tangguh yang tak mempan diguyur air.

oik yusuf/ kompas.com
Sony Xperia Z2 memiliki ketahanan terhadap air dengan sertifikasi IP 58

Ketika dicoba oleh KompasTekno pun, Xperia X2 mampu berfungsi dengan normal setelah direndam di dalam kolam renang dangkal. Perlu diingat bahwa ponsel ini tak ditujukan untuk dibawa berenang, apalagi di air laut yang mengandung garam dan bisa merusak logam.

oik yusuf/ kompas.com Xperia Z2 akan mengingatkan pengguna untuk menutup cover anti air. Di sini juga tampak lampu indikator yang terletak di bagian atas ponsel

Sony turut menyediakan sebuah mini-app bernama Touch Block yang akan mencegah layar menerima input ketika terkena air sehingga ponsel tak “bertingkah aneh”. Aplikasi ini bisa diakses dari menu multi-tasking Xperia Z2.

Tentu, penutup-penutup konektor ini harus terpasang dengan benar supaya Xperia Z2 bisa bertahan dari rendaman air.

Untuk memastikan pengguna tak lupa menutup cover, Xperia Z2 akan “berinisiatif” mengingatkan setiap kali konektor micro-USB dilepas ketika selesai melakukan pengisian baterai.

Selain rangkaian konektor dan slot yang terlindungi itu, pengguna juga dapat menemukan tombol-tombol kontrol standar seperti pengatur volume suara dan tombol daya berbentuk bulat khas Xperia.

oik yusuf/ kompas.com
Sisi samping Sony Xperia Z2

Ada pula sebuah tombol khusus yang bisa digunakan sebagai shutter release ketika menggunakan aplikasi kamera. Tombol ini akan memanggil program pengambil gambar dan menjalankan mode “Superior Auto” ketika ditekan saat berada di layar home atau aplikasi lain.

Layar cemerlang

Beralih ke sistem operasi, Xperia Z2 menggunakan sistem operasi Android 4.4.2 Kitkat yang dilapis user interface khas Sony.

Secara default terdapat tiga buah homescreen di layar berisi sejumlah widget, termasuk sebuah widget kamera yang berisi aneka macam mode pemotretan sehingga gampang dipilih.

oik yusuf/ kompas.com
Layar homescreen Xperia Z2
oik yusuf/ kompas.com
Menu sidebar di app drawer, menu multitasking dengan mini-apps, dan quick settings di panel notifikasi

App drawer Android pada Xperia Z2 bisa ditambahi folder untuk menyimpan icon aplikasi, tak hanya pada homescreen saja. Sebuah menu sidebar bisa dipanggil dengan menyapukan jari dari sisi kiri layar. Di sini tersedia opsi untuk mengatur urutan tampilan icon, berikut kolom search apps.

Antarmuka Xperia Z2 terkesan ringkas dan simple, tak dijejali aneka macam bloatware yang belum tentu berguna.

oik yusuf/ kompas.com
Tampilan keyboard on-screen, menu pinch-in pada home screen, dan widget kamera

Sony tak lupa menambahkan sejumlah themes serta wallpaper yang bisa digunakan untuk mengkustomisasi tampilan Xperia Z2. Pengaturan themes, widget, serta shortcut aplikasi bisa diakses dengan melakukan pinch-in pada layar homescreen.

Antarmuka aplikasi dan konten-konten multimedia tampak disajikan dengan indah di layar IPS LCD (1920x1080) Triluminos Xperia X2 yang diklaim lebih berkualitas dibandingkan Xperia Z1. Warna-warna terlihat cerah dengan kontras yang tinggi.

Penggunaan teknologi IPS juga membuat viewing angle Xperia Z2 menjadi lebih lebar daripada pendahulunya.

Ada opsi X-Reality di menu setting display yang bisa diaktifkan untuk meningkatkan kontras dan saturasi warna lebih jauh.

Namun, akurasi warna dikorbankan karena apa yang dilihat di layar ponsel tidak sama dengan ketika konten ditampilkan di perangkat lain macam PC desktop atau tablet.

Pengaturan X-Reality ini sepertinya dilakukan melalui software sehingga bisa ditangkap lewat screenshot, seperti terlihat dalam gambar di bawah.

oik yusuf/ kompas.com Opsi X-Reality di menu display akan meningkatkan saturasi warna dan kontras ketika diaktifkan (kanan)

Lebih bertenaga

Sistem operasi Android Kitkat pada Xperia Z2 berjalan di atas prosesor quad-core Snapdragon 801 2,3 GHz serta RAM 3GB.

Jeroan internalnya ini membuat Xperia Z2 lebih bertenaga dibandingkan Xperia Z1 yang “hanya” dibekali prosesor quad-core Snapdragon 800 dan RAM 2GB.

Kapasitas RAM Xperia Z2 juga lebih besar dibandingkan beberapa flagship dari produsen lain, macam Samsung Galaxy S5 dan LG G3, meski manfaatnya belum tentu terasa dalam penggunaan sehari-hari. Setidaknya pengguna tak perlu takut kehabisan RAM ketika menjalankan beberapa aplikasi sekaligus.

oik yusuf/ kompas.com
Hasil benchmark Sony Xperia Z2 dengan AnTuTu dan 3D mArk

Performa Xperia Z2 terlihat jelas ketika diuji lewat aplikasi benchmark AnTuTu dan 3D Mark Ice Storm. Nilai yang dihasilkan ponsel ini duduk di papan atas klasemen.

Meski kencang, ternyata penggunaan daya Xperia Z2 termasuk hemat. Baterai 3.200 mAh pada ponsel ini sanggup bertahan selama seharian penuh sebelum perlu diisi kembali, bahkan lebih.

Sony juga menyediakan opsi penghematan daya lebih jauh bernama “Stamina Mode” yang bisa memperpanjang umur baterai. Pada kapasitas 100 persen, Stamina Mode menunjukkan perkiraan masa hidup baterai sepanjang “18 hari 16 jam”.

Akan tetapi Stamina Mode mematikan koneksi mobile data dan Wi-Fi ketika layar ponsel dalam keadaan mati. Aplikasi-aplikasi pun tidak aktif sehingga pengguna baru akan menerima notifikasi ketika menyalakan ponsel kembali.

Kamera panas

Xperia Z2 menggunakan unit kamera 20 megapixel yang sama dengan milik Z1. Resolusi itu masih termasuk yang paling tinggi untuk kamera ponsel saat ini, hanya kalah dari Lumia 1020 besutan Nokia.

Tampilan aplikasi kamera Xperia Z2 pun serupa dengan Xperia Z1. Di dalamnya ada opsi-opsi macam “AR Effect” dan mode manual yang tidak benar-benar memberikan kontrol manual dalam hal pengaturan shutter speed/ aperture, melainkan hanya pilihan exposure compensation, ISO, resolusi gambar, dan sejumlah preset white balance.

Anehnya, ketika resolusi dipatok ke angka maksimal, Xperia Z2 tak bisa menerapkan fungsi HDR atau scene mode yang hanya aktif dan bisa dinyalakan pada resolusi 8 megapixel.

oik yusuf/ kompas.com Tampilan antarmuka aplikasi kamera Xperia Z2

Ada sejumlah mode baru yang tidak ditemukan pada Xperia Z1, termasuk perekaman video 4K dan ‘Background Defocus” yang tampaknya sudah menjadi fitur wajib ponsel flagship masa kini.

Sesuai namanya, background defocus bisa dipakai untuk memburamkan latar belakang pada foto sehingga obyek yang menjadi titik fokus akan tampak menonjol, mirip dengan efek depth of field pada kamera dengan sensor besar.

oik yusuf/ kompas.com Fitur Bakcground Defocus

Tingkat dan arah keburaman background dapat diatur dengan bebas. Hasilnya cenderung agak kasar karena ponsel kadang bingung menentukan mana obyek latar depan dan mana latar belakang sehingga memburamkan bagian yang salah.

Namun, ketika Background Defocus berfungsi dengan “benar”, foto dari Xperia Z2 bisa tampak serupa jepretan DSLR.

Kualitas tangkapan gambar Xperia Z2 sendiri bisa dibilang serupa dengan Xperia Z1. Cukup berkualitas untuk ukuran kamera ponsel dengan warna yang natural serta saturasi dan kontras yang tak terlalu berlebihan. Ada sedikit gejala flare berwarna ungu yang mengurangi kontras ketika ada sumber cahaya terang di sisi luar frame.

Lensa “G Series” F2.0 pada Xperia Z2 memiliki cakupan wide angle sebesar 27 mm (dalam format 35mm) sehingga bidang pandang kameranya tampak lebih lebar dibandingkan ponsel lain yang mengadopsi lensa setara 35mm.

Kamera Xperia Z2 diposisikan di pojok kiri atas bagian belakang. Penempatan ini membuatnya mudah terhalang oleh jari pengguna ketika mengambil gambar.

Beberapa contoh hasil jepretan Xperia Z2  bisa dilihat di bawah.

oik yusuf/ kompas.com
Hasil foto Xperia Z2 di kondisi outdoor
oik yusuf/ kompas.com
Hasil foto Xperia Z2 dalam kondisi indoor

Sayang, ada masalah yang membuat kurang nyaman terkait penggunaan kamera pada Xperia Z2. Pada kondisi tertentu, ponsel ini bisa menjadi panas dan menolak menjalankan aplikasi kamera.

oik yusuf/ kompas.com Peringatan overheat yang muncul saat suhu ponsel terlalu panas

Apabila aplikasi kamera sedang berjalan ketika suhu meningkat, Xperia Z2 akan mematikan aplikasi tersebut secara otomatis setelah menampilkan pesan peringatan.

Alhasil, proses pengambilan gambar pun tertanggu Karena pengguna terpaksa berhenti dan harus menunggu beberapa saat hingga ponsel mendingin dan bisa dipakai menjepret-jepret foto lagi.

Tubuh ponsel memang terasa panas ketika menampilkan pesan di samping. Ini biasanya terjadi ketika suhu lingkungan memang panas, misalnya ketika siang hari. Namun pernah pula terjadi ketika berada di balik atap.

Peningkatan suhu juga terjadi saat ponsel mengerjakan tugas berat, seperti merekam video 4K.

Kesimpulan

Sebagai ponsel flagship, spesifikasi Xperia Z2 terbilang sebanding dengan produk-produk andalan dari produsen lain.

Namun bukan komponen hardware yang menjadi daya tarik utama Xperia Z2 dibanding flaghsip lain, melainkan fitur anti-air yang membuatnya kebal dari segala macam cipratan dan tumpahan air.

Produk lain memang ada yang menerapkan kapabilitas serupa, misalnya Galaxy S5 dari Samsung. Namun ketahanan air Xperia Z2 tetap lebih baik.

Kemampuan yang satu ini memang menjadi salah satu keunggulan lini ponsel seri Xperia Z dari Sony dibandingkan smartphone sejenis.

Di luar itu, Xperia Z2 dibekali dengan komponen serta fitur-fitur terbaik yang bisa disematkan Sony pada ponsel buatannya, seperti layar dan kamera berkualitas tinggi.

Semuanya tergabung dalam kemasan cantik, elegan, dan dengan kualitas konstruksi yang apik. Sayang, ada masalah overheating yang mengganjal.

Saat ini Xperia Z2 sudah tersedia di pasaran Indonesia. Banderol harganya dipatok di kisaran Rp 8,5 juta.

oik yusuf/ kompas.com
Sony Xperia Z2

Sony Xperia Z2

Kelebihan:
+ Spesifikasi mumpuni
+ Desain menarik
+ Tahan air dan debu

Kekurangan:
- Kurang nyaman digenggam
- Masalah overheating mengganggu pemakaian

Nama Resmi Sony Xperia Z2
Faktor Bentuk Full-touchscreen
Bentang dan Jenis Layar 5.2 inci, 1920x1080 (424ppi) IPS LCD
Dimensi Fisik 146.8 x 73.3 x 8.2 mm
Berat 163 gram
Prosesor Qualcomm Snapdragon 801, quad-core Krait 400 2,3 GHz, Adreno 330
RAM 3 GB
Media Penyimpanan Internal 16 GB
Slot micro-SD Ya, hingga 128 GB
Kamera Utama 20 Megapixel dengan LED flash
Kamera Depan 2.2 Megapixel
Kapasitas Baterai 3.200 mAh
Jaringan Seluler GSM 850 / 900 / 1800 / 1900, HSDPA, HSUPA, 4G LTE
Konektor USB Micro USB
GPS Ya, dengan dukungan A-GPS
Konektivitas WLAN, Bluetooth 4.0, jack audio 3,5 mm
Fitur lain FM Radio, Accelerometer, Proximity Sensor
Sistem Operasi Android 4.4.2 Kitkat



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X