Evercoss Tambah Pabrik Ponsel di Semarang

Kompas.com - 26/11/2014, 15:06 WIB
?Mario Eko Suryo, Manager Operasional PT Aries Indo Global, menerangkan denah pabrik di lokasi pembangunan pabrik baru Evercoss di BSB City, Semarang (26/11/2014). Oik Yusuf/KOMPAS.com?Mario Eko Suryo, Manager Operasional PT Aries Indo Global, menerangkan denah pabrik di lokasi pembangunan pabrik baru Evercoss di BSB City, Semarang (26/11/2014).
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi
SEMARANG, KOMPAS.com - Pemegang merek dagang gadget Android Evercoss, PT Aries Indo Global pada Juni lalu telah memulai proses produksi di pabrik di Kawasan Industri Terboyo, Semarang, Jawa Tengah.

Fasilitas perakitan yang menempati lahan seluas 2,5 hektar dan mempekerjakan sekitar 350 orang karyawan itu disebut memiliki kapasitas produksi 500.000 unit gadget per bulan.

Kemampuan produksi tersebut nantinya akan dikembangkan lewat pembangunan pabrik lain di lokasi berbeda di kota Semarang, tepatnya di Bukit Baru Semarang (BSB) City di atas sebuah lahan seluas 8 hektar.

Mario Eko Suryo, Manager Operasional PT Aries Indo Global menerangkan bahwa total lahan yang dimiliki pihaknya di area tersebut adalah 13 hektar, namun arah pengembangan untuk sisa 5 hektar masih belum ditentukan.

Pabrik baru Evercoss di BSB City sendiri hingga kini masih berupa tanah kosong alias belum dibangun. "Sekarang sedang proses clearing, diratakan karena area ini topografinya tidak rata," kata Ario saat mengajak rombongan wartawan, termasuk Kompas Tekno, mengunjungi area pabrik, Rabu (26/11/2014).

Dari pantauan Kompas Tekno di lokasi, area yang terletak persis di seberang pabrik PT GS Battery itu memang tampak berbukit-bukit. Dua buah alat berat terparkir di sebagian lahan yang sudah diratakan. Menurut pihak Evercoss, plang kuning (IMB, Izin Mendirikan Bangunan) sudah diperoleh namun masih belum terpasang.

Mario menjelaskan nantinya pabrik baru ini diharapkan bisa menyerap tenaga kerja sekitar 2.500 orang yang akan terlibat di berbagai lini produksi, termasuk produksi komponen gadget yang selama ini mesti diimpor dari Tiongkok. "Kalau bisa, seperti industri lain, kita ingin bisa dari hulu hingga ke hilir," kata dia.

Mengenai kapan pabrik baru itu akan selesai dibangun, Mario mengaku belum bisa mengungkapkan jadwal pastinya. "Untuk 2015, kami targetkan untuk mematangkan blueprint terlebih dahulu sambil terus direvisi. Soalnya kami bikin pabrik ini bukan asal pabrik, tapi juga turut benchmark dengan pabrik di Tiongkok."



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X