Kompas.com - 02/12/2014, 15:36 WIB
Penulis Deliusno
|
EditorEdi Taslim
KOMPAS.com — "The Guardian of Peace" (GOP), kelompok hacker yang mengklaim meretas jaringan internal milik Sony Pictures Entertainment, mulai membuktikan ancamannya. Para peretas tersebut telah menyebarkan file yang terbilang penting, yaitu film-film yang diproduksi oleh perusahaan tersebut.

Secara total, ada lima film yang beredar di dunia maya. Kelima film tersebut, seperti dikutip KompasTekno dari The Next Web, Selasa (2/12/2012), adalah Fury, Annie, Mr Turner, Still Alice, dan To Write Love on Her Arms.

Fury, film yang dibintangi Brad Pitt, telah tayang di bioskop-bioskop seluruh dunia. Sementara itu, sisanya berstatus "belum edar" dan dijadwalkan akan tayang dalam waktu dekat ini.

Kelima file film ini diketahui tersebar dalam sebuah versi yang disebut screener. File film dalam versi tersebut biasanya memang tidak disebar ke masyarakat umum. Studio film biasanya memberikan versi screener kepada para kritikus untuk kegiatan pemutaran dalam jumlah penonton terbatas, bukan komersial.

File-file film ini sendiri tampaknya cukup diminati, terlihat dari besarnya jumlah unduhan. Menurut data yang dilansir Excipio, sebuah firma pengamat hal-hal yang terkait pembajakan, hingga tanggal 30 November, film Fury telah diunduh hingga 1,2 juta kali. Sementara itu, Annie telah diunduh sebanyak lebih dari 206.000 kali.

Sebelumnya diberitakan bahwa server milik Sony berhasil diretas oleh sebuah kelompok bernama GOP. Serangan GOP konon menumbangkan sistem komputer Sony di seluruh dunia selama beberapa hari. Para hacker mengaku mendapat bantuan "orang dalam" dalam melakukan aksinya, tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai bagaimana proses serangan dilakukan.

Kelompok hacker ini diketahui berhasil mengambil beberapa dokumen penting perusahaan, seperti paspor para artis, kumpulan e-mail, laporan keuangan, dan password server. (Baca: Peretas Pamer "File" Rahasia Milik Sony Pictures)

Hingga saat ini, pihak Sony Pictures Entertainment masih bungkam terkait peredaran lima file film di dunia maya. Namun, menurut pihak yang familiar dengan kasus ini, lima film tersebut disinyalir memang berasal dari kegiatan peretasan baru-baru ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.