Domain .id Dipakai Situs Judi Bola, Apa Kata Pandi?

Kompas.com - 05/12/2014, 09:22 WIB
Tangkapan gambar situs berdomain .id yang diduga melakukan praktik perjudian. ist.Tangkapan gambar situs berdomain .id yang diduga melakukan praktik perjudian.
|
EditorReza Wahyudi

JAKARTA, KOMPAS.com — Lewat media sosial, beberapa domain .id yang diduga melakukan penyalahgunaan telah dilaporkan. Pengelola Nama Domain Indonesia (Pandi) mengaku sedang melakukan penanganan.

Ketua Pandi Bidang Sosialisasi dan Komunikasi Sigit Widodo mengatakan, Pandi memiliki standard operating procedure (SOP) untuk menangani hal itu.

"Hal yang pertama kami lakukan adalah melakukan pengecekan awal. Untuk kasus pornografi, prosesnya lebih mudah karena kontennya secara eksplisit bisa langsung dilihat mengandung pornografi atau tidak. Kasus-kasus seperti perjudian, penipuan, atau penjualan produk palsu atau tanpa izin pembuktiannya jauh lebih sulit," tuturnya, membalas e-mail KompasTekno, Jumat (5/12/2014).

Sigit mengatakan, untuk kasus terbaru situs ****bola.id, yang diduga melakukan perjudian, pihak Pandi telah menyampaikannya kepada Direktorat Keamanan Informasi Kementerian Kominfo RI.

"Pendapat mereka senada, untuk kasus perjudian memang pembuktiannya lebih sulit. Hari ini kami akan melakukan laporan resmi ke PPNS Kominfo. Setelah mereka selesai mendokumentasi web yang diadukan untuk proses penyidikan, kami akan melakukan suspend," ujarnya.

Sigit mengatakan, pihaknya juga telah mendapatkan pengaduan situs lain dengan domain tv*********.web.id yang digunakan untuk pornografi.

"Setelah kami cek dan kami laporkan ke PPNS, domain tersebut langsung kami suspend," ujarnya.

Sigit yakin domain yang terbaru diadukan ini tidak lama lagi akan bernasib sama. "Hanya mungkin prosesnya akan sedikit lebih lama ketimbang domain yang digunakan untuk pornografi. Perkiraan saya, baru minggu depan kami bisa melakukan suspend," ujar Sigit.

Ia menegaskan, pada dasarnya domain .id tidak boleh digunakan untuk tindakan melanggar aturan hukum Indonesia. "Jika dilakukan, kami akan tegas melaporkannya kepada aparat penegak hukum dan melakukan suspend domain," ia menandaskan.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X