Amazon Mulai Pakai "Drone" untuk Kirim Barang

Kompas.com - 21/03/2015, 08:51 WIB
Reuters
Amazon.com
KOMPAS.com  Amazon akhirnya mulai mengirimkan barang pesanan pelanggannya menggunakan drone. Pengiriman menggunakan pesawat tanpa awak itu baru diterapkan sebagai uji coba saja.

Perusahaan e-commerce terbesar Amerika Serikat (AS) itu sudah mengungkap rencana pengiriman menggunakan drone sejak 2013 silam. Namun, izin uji coba dari Federal Aviation Administration (FAA) baru diberikan pada Kamis (19/3/2015) waktu setempat.

Seperti dikutip KompasTekno dari Reuters, Jumat (20/3/2015), FAA memberikan sertifikat layak terbang pada unit bisnis Amazon dan purwarupa drone Octocopter miliknya untuk beroperasi di sekitar wilayah pribadi serta pedesaan di negara bagian Washington.

Selain itu, FAA juga memberikan batasan lain. Sertifikat tersebut hanya berlaku pada drone tertentu. Amazon harus mengajukan sertifikasi baru jika mereka melakukan modifikasi atau menggunakan drone model lain lagi.

Drone yang mengantarkan barang pesanan itu nantinya mesti terbang di ketinggian di bawah 120 meter. Mereka juga harus menjaga posisi drone agar tetap terlihat.

Operator drone pun harus harus lolos persyaratan khusus. Mereka diwajibkan memiliki lisensi pilot swasta serta sertifikat kondisi medis terbaru. Amazon juga mesti menyetorkan data-data bulanan kepada pemerintah.

Ambisi "drone" Amazon

Langkah Amazon memanfaatkan drone untuk pengiriman barang sudah terungkap sejak 2013 silam. Tujuannya adalah meningkatkan kecepatan layanan pengirimannya.

Perusahaan yang dipimpin Jeff Bezos ini menggunakan drone yang bernama Octocopter untuk penerbangan jarak pendek. Amazon menjamin bahwa pengiriman bisa dilakukan dalam waktu 30 menit jika menggunakan alat tersebut.

Soal kemampuan angkat-mengangkat, Octocopter ini diklaim bisa membawa beban seberat 2,3 kilogram. Sayangnya, tidak semua barang bisa diantar menggunakan Octocopter, tetapi hanya 86 persen dari total barang dalam katalog Amazon.

Drone atau unmanned aerial vehicle (UAV ) saat ini belum memiliki kecerdasan dalam membaca lingkungan sekitar. Karena itu, akan berbahaya jika terbang di daerah yang padat penduduk.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorReza Wahyudi
SumberReuters
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X