Instagram Jadi Galeri Karya Visual Seniman Muda Indonesia

Kompas.com - 13/04/2015, 16:41 WIB
Salah satu karya Azer Dok. Pribadi AzerSalah satu karya Azer
|
EditorReza Wahyudi

Sebenarnya, di Tumblr, blog, dan behance, setiap orang bebas melihat karya siapa saja tanpa ada pembatasan akses. Tapi, Eko menganggap wadah-wadah tersebut tak cukup. Soalnya, hanya golongan-golongan tertentu yang aktif di Tumblr dan kawanannya.

"Berbeda dengan Instagram yang jangkauan penggunanya tak terbatas. Gue pengen orang-orang yang awam (pada seni visual) juga bisa nikmatin karya gue," ia menuturkan.

Peluang-peluang yang muncul dari Instagram

Ramainya khalayak Instagram membuka peluang bagi Azer dan Eko. Bahasa sederhananya, popularitas membawa berkah. Dari yang awalnya menggunakan Instagram hanya untuk publikasi karya, fungsinya melebar jadi wadah tukar pendapat. Dari situ, keduanya kerap berkawan dengan orang-orang baru, hingga mendatangkan peluang kerja.

Lewat @komikazer, Azer mendapat banyak tawaran freelance dari merek-merek yang segmentasinya anak muda, agensi iklan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

"Konten dari akun @KomikAzer mempengaruhi mereka (agensi, perusahaan, dan lainnya) untuk memilih saya," kata pria yang pernah terlibat dalam belasan pameran seni sejak 2003 ini.

Setali dengan itu, Eko mengaku banyak menerima kesempatan menarik sejak berkiprah di Instagram. Beberapa ilustrator pernah mengajaknya membuat proyek bersama, baik komersil maupun non komersil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tapi dari semua peluang yang gue dapat, gue bersyukur bisa punya banyak teman baru yang satu minat," ia menjelaskan.

Berdasarkan pantauan KompasTekno, hingga berita ini dibuat, ada 76.800-an netizen Instagram yang mengikuti akun @komikazer. Untuk akun @mnnt_, tak kurang dari 2123 pengguna Instagram menjadi pendukung.

"(Lewat Instagram) jadinya nggak cuma orang-orang yang kenal sama gue yang tahu kalau di dunia ini ada orang yang mendedikasikan hampir 24 jam setiap hari buat curhat melalui coretan tangan," kata Eko.

Walau ditafsir efektif dan membuka peluang, Instagram tak luput dari kelemahan. Kedua seniman ini pernah dibuat kesal dengan akses terbuka yang ditawarkan Instagram.

Pasalnya, beberapa kali karya Azer dan Eko dicaplok oleh oknum tak bertanggung jawab di Instagram. Oknum tersebut mengunggah kembali karya para seniman tanpa ada embel-embel sumber. Walau terkadang kesal, kedua seniman percaya masyarakat dapat melihat karakteristik dan orisinalitas karya mereka.

Azer dengan komik-komik "nyeleneh" bernuansa kuning dan warna-warna cerah. Eko dengan gambar-gambar perempuan, anak kecil, dan ornamen-ornamen absurd yang dipadukan jadi satu.

Ke depan, kedua seniman ingin terus hidup dengan seninya masing-masing. "Gue pengin lebih jujur lagi dalam berseni. Mau curhat lebih terbuka tanpa ada hal yang dikurang-kurangin apalagi sok ditambah-tambahin," kata Eko.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.