Asosiasi: RPP E-commerce Tidak Sesuai Hasil Diskusi

Kompas.com - 01/07/2015, 16:14 WIB
Ketua Umum idEA Daniel Tumiwa Fatimah Kartini BohangKetua Umum idEA Daniel Tumiwa
|
EditorReza Wahyudi

Hal ini, menurut Kemendag, untuk menjamin keamanan konsumen dari risiko penipuan atau hal-hal lain yang tidak diinginkan.

Sedangkan, menurut idEA, langkah ini mempersulit transaksi online. Para penjual bakal enggan memanfaatkan situs e-commerce lokal seperti Bukalapak, Tokopedia, Kaskus, OLX, Lazada, dan sebagainya.

"Nanti mereka balik lagi jualan di Facebook, Instagram, BBM, yang fungsinya sebenarnya bukan untuk transaksi jual-beli online," kata Wakil Kepala Bagian Kebijakan Publik idEA, Budi Gandasoebrata.

Budi menambahkan, situs-situs e-commerce luar negeri, seperti Amazon dan eBay, akan semakin gencar digunakan jika RPP ini disahkan. "Yang lokal akan semakin jauh tertinggal oleh e-commerce asing," katanya.

Padahal, menurut Daniel, e-commerce lokal sangat berpotensi mendongkrak pertumbuhan ekonomi negara. Sebab, perilaku konsumen semakin mengarah pada transaksi online.

"Kalau industri ini sudah mapan, mekanisme perpajakannya juga akan jelas dan perekonomian bisa berkembang," katanya.

Setelah ini, idEA berharap Kemendag bisa kembali berdiskusi terkait perumusan draf RPP e-commerce. Sebab, "peraturan ini sangat menentukan masa depan industri online," pungkasnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X