Kompas.com - 25/07/2015, 12:29 WIB
Penulis Deliusno
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Laporan keuangan terbaru Qualcomm terlihat "kebakaran". Penghasilan dan juga keuntungan yang didapatkan di kuartal lalu tampak jauh lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu.

Perusahaan yang dikenal dengan produk chip-nya ini pun langsung bergerak cepat agar hal tersebut tidak terulang kembali. Satu langkah pertama yang akan diambil adalah dengan memangkas karyawan sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan dan meningkatkan performa keuangan.

Jumlah karyawan yang bakal dipecat oleh Qualcomm cukup banyak, yaitu sebanyak 15 persen dari keseluruhan karyawan. Tahun lalu, Qualcomm mempekerjakan sekitar 31.300 karyawan tetap dan magang. Berdasarkan jumlah tersebut, seharusnya Qualcomm bakal merumahkan sekitar 4.500 hingga 5.000 orang karyawan.

Qualcomm tidak menyebutkan karyawan dari divisi mana yang akan akan diberhentikan.

"Kami sedang right-sizing struktur biaya kami dan mengfokuskakn investasi kami di seluruh peluang pendapatan tertinggi, sambil menegaskan kembali niat kami untuk kembali ke kapital kepada pemegang saham," ujar Steve Mollenkopf, CEO Qualcomm, seperti KompasTekno kutip dari Recode, Kamis (23/7/2015).

Di laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada 28 Juni lalu, pendapatan Qualcomm diketahui menurun 14 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2014. Keuntungan yang dihasilkan juga tidak menggembirakan, turun 47 persen dari tahun lalu.

Sementara itu, nilai saham Qualcomm juga telah menurun hingga 21 persen sejak tahun lalu.

Apa yang menyebabkan pendapatan Qualcomm bisa menurun tajam hanya dalam satu tahun? Awalnya, chip buatan Qualcomm begitu mendominasi dunia smartphone. Nyaris semua perangkat menggunakan Snapdragon, nama chip buatan Qualcomm tersebut.

Namun, dalam perkembangannya, Qualcomm mendapat pesaing. Salah satunya dari Mediatek, produsen asal Tiongkok. Mediatek mampu menghasilkan chip dengan kualitas yang tidak jauh berbeda, meski dengan harga yang lebih murah.

Konsumen setia Qualcomm pun mulai berpaling, kebanyakan akhirnya mengembangkan chip sendiri. Lihat saja Samsung, yang dari awal menggunakan produk Snapdragon, kemudian beralih ke chip buatan sendiri, Exynos.

Prosesor terbaru Qualcomm, Snapdragon 810 pun mendapat berita miring. Beberapa orang menganggap SoC terlalu panas. Menurut kabar yang berkembang, Samsung sebenarnya sudah ingin menggunakan komponen tersebut untuk Galaxy S6, tetapi langsung beralih ke Exynos setelah mengetahui adanya masalah tersebut.

Qualcomm sendiri dikatakan bergantung dengan penerus dari chip tersebut, yakni Snapdragon 820 untuk kembali ke jalur keuangan yang lebih baik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Recode

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.