Kompas.com - 23/09/2015, 16:22 WIB
Menkominfo Rudiantara dalam diskusi Mencari Alternatif Solusi Terhadap Dampak Depresiasi Rupiah pada Industri Telekomunikasi di gedung Kemenkominfo, Senin (7/9/2015) Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.comMenkominfo Rudiantara dalam diskusi Mencari Alternatif Solusi Terhadap Dampak Depresiasi Rupiah pada Industri Telekomunikasi di gedung Kemenkominfo, Senin (7/9/2015)
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) RI telah meneken Memorandum of Coorporation (MoC) dengan pemerintah Jepang dalam  meningkatkan penerapan teknologi di Indonesia.

Kemitraan ini merupakan "oleh-oleh" Menkominfo Rudiantara saat melawat ke Jepang beberapa waktu yang lalu.

Setidaknya ada tiga bentuk kerja sama yang melibatkan kedua negara. Hal tersebut diungkapkan Menkominfo, usai mengisi acara peluncuran program "Grow Local" dan "Go Global" Baidu, Rabu (23/9/2015) di Hotel Pullman, Jakarta.

Perjanjian pertama adalah uji coba teknologi White Space TV atau lebih dikenal dengan Super Wi-Fi di daerah terpencil. Upaya ini guna meningkatkan penetrasi internet ke daerah-daerah yang dinilai masih awam akan penerapan teknologi informasi.

"Semua ini muaranya kan ke konektivitas. Jadi daerah-daerah terpencil itu bisa merasakan distribusi internet yang merata," kata dia.

Kedua, distribusi konten televisi ke daerah-daerah hampa koneksi. Pemerintah akan menguji coba mekanisme televisi satu segmen. Maksudnya, daerah terisolasi akan disambungkan ke satu antena. Nanti, antena tersebut yang akan menyalurkan konten televisi.

"Di daerah sekitar Labuan Bajo sudah mulai berjalan. Walau baru di 50 rumah. Nantinya akan lebih meluas. Utamanya ke daerah-daerah tanpa coverage sama sekali," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketiga, mekanisme penanggulangan bencana. Diketahui, Jepang dan Indonesia termasuk dalam golongan negara rentan bencana.

Bedanya, Jepang telah memiliki sistem penanggulangan bencana yang mumpuni. Indonesia nantinya akan membentuk sistem serupa untuk menghalau bencana tahunan.

Untuk mewujudkannya, kata Rudiantara, pemerintah bakal menggunakan frekuensi emas 700 MHz. Frekuensi tersebut saat ini masih digunakan untuk pengoperasian TV analog.

Segera setelah proses digitalisasi dari TV analog ke digital rampung, akan ada digital dividend yang bisa dialokasikan untuk mendukung konektivitas berbagai sektor pertumbuhan ekonomi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.