Review: Hisense Pureshot Plus, Cocok Bagi Pengguna Baru

Kompas.com - 11/11/2015, 10:17 WIB
Tampilan depan Hisense PureShot Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.comTampilan depan Hisense PureShot
Penulis Deliusno
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com - Satu lagi produsen asal China yang mencoba peruntungannya di dunia smartphone Indonesia. Belum lama ini, Hisense merilis ponsel "perdananya" di Tanah Air, yakni PureShot dan PureShot+.

Hisense sendiri sebenarnya bukan nama baru di Indonesia. Mereka sudah pernah merilis beberapa seri smartphone. Namun, perangkat itu tidak di bawah label "Hisense", melainkan "Andromax".

Ya, perusahaan tersebut sebelumnya memang bekerja sama dengan Smartfren untuk membuat perangkat genggam Andromax. Akan tetapi, beberapa saat lalu, kedua perusahaan  itu memutuskan untuk "berpisah". Hisense kini tak hanya memproduksi perangkat di bawah nama Andromax.

Hal tersebut tidak serta merta membuat Hisense ingin "angkat kaki" dari Indonesia. Hisense menganggap pasar smartphone Indonesia masih sangat potensial sehingga memutuskan untuk merilis perangkat membawa label nama sendiri. Maka, lahirlah PureShot dan PureShot+ di Indonesia.

Meski sudah tidak memproduksi produk dengan label nama Andromax, Hisense sebenarnya masih memiliki kerja sama yang cukup erat dengan Smartfren. Dua seri smartphone yang baru dirilisnya tersebut, mendukung jaringan 4G LTE yang digunakan Smartfren, yakni 850 MHz dan 2.300 MHz.

Dalam paket penjualan pun, Hisense memaketkan kedua perangkat tersebut dengan kartu SIM perdana dari Smartfren.

KompasTekno beberapa waktu lalu mendapatkan salah satu seri dari dua perangkat yang diumumkan itu, yakni PureShot+. Bagaimana kinerja dari salah satu perangkat "perdana" Hisense di Indonesia itu? Simak review berikut ini.

Desain, Jaringan, dan Software Hisense PureShot+

Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com Hisense PureShot secara sepitas mirip iPhone 5
Secara sepintas, Pureshot+ memiliki desain fisik yang mirip dengan iPhone 5. Perhatikan sudut-sudutnya yang membulat, tombol Home di bawah layar, dan peletakkan lensa kamera. Semuanya merujuk pada ponsel generasi lawas dari perusahaan Cupertino itu.

Selain itu, desain speaker perangkat ini mirip dengan iPhone 6, yakni diletakkan di bagian paling bawah, mengapit port USB yang diletakkan di bagian tengah.

Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com Tampilan belakang Pureshot

Hisense membekali perangkat ini dengan layar berjenis IPS 2,5D berukuran cukup besar, yakni 5,5 inci. Layar tersebut sedikit lebih besar dari PureShot, yang hadir dengan layar 5 inci.

Layar PureShot+ sendiri mendukung resolusi 1.280 x 720 piksel dengan tingkat ketajaman 267 piksel per inci.

Dengan resolusi dan tingkat kerapatan layar, perangkat ini mampu menghasilkan gambar yang lumayan tajam. Sayangnya, saturasi warna yang ada terasa sedikit berlebih.

Untungnya, Hisense menyediakan pilihan untuk menurunkan saturasi warna agar lebih nyaman dilihat.

Bentang layar sebesar itu dirasa menjadi salah satu nilai tambah dari perangkat ini. Dengan layar berukuran 5,5 inci, PureShot+ nyaman untuk menikmati game dan menonton video, tentunya dengan catatan tingkat saturasinya diturunkan terlebih dahulu.

Tepat di bawah layar, Anda akan menemukan sebuah logo kotak dengan sudut membulat. Ini merupakan tombol kapasitif yang bisa digunakan sebagai tombol Home. Jika ditahan selama beberapa detik, tombol ini akan membawa pengguna ke aplikasi Google Now.

Di kanan dan kiri tombol Home, terdapat Recent Apps dan Back. Seperti namanya, Recent Apps dapat digunakan untuk melihat aplikasi saja yang baru saja dan sedang berjalan. Sementara itu, tombol Back dapat digunakan untuk kembali ke layar atau aplikasi sebelumnya.

Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com Dua tombol fisik di samping kanan perangkat

Ponsel ini punya dua tombol fisik, yakni volume dan on/off yang diletakkan di sisi kanan perangkat.

Pada bagian atas, terdapat port 3.5 mm audio, tempat pengguna mencolok earphone atau headphone. Sementara itu, di bagian bawah, terdapat speaker dan port USB.

Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com Speaker PureShot mengapit port USB
Salah satu nilai jual lainnya dari perangkat ini terletak di bagian speaker tersebut. Sudah dilisensi dengan audio Dolby, speaker tersebut mampu menghasilkan suara kencang dan menggelegar untuk menonton video, apalagi film aksi.

Sayangnya, hal tersebut tidak berlaku untuk mendengarkan musik. Saat diputar dengan suara maksimal, suara yang dihasilkan cukup cempreng. Disarankan untuk mendengarkan musik dengan menggunakan earphone atau headphone.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X