Amazon Tambah 5 Pusat Data, Paling Banyak di Asia

Kompas.com - 13/11/2015, 14:01 WIB
|
EditorReza Wahyudi

JAKARTA, KOMPAS.com - Amazon Web Services (AWS) akan menambah data center atau disebut "AWS Infrastructure Region" di lima kawasan, 2016 mendatang. Yakni India, Korea Selatan, China, Inggris, dan Amerika Serikat (Ohio).

Dengan begitu, tahun depan akan ada total 17 pusat data AWS di seluruh dunia. Tujuh di antaranya berdiri di kawasan Asia.

Sebab, Asia dianggap sebagai salah satu kawasan dengan ekosistem bisnis berbasis teknologi paling progresif saat ini. Utamanya di India, China, dan Indonesia.

"Saya melihat masyarakat Indonesia punya budaya berbisnis yang unik dan menyeluruh. Mulai dari usaha kecil, menengah, hingga atas," kata CTO Amazon.com Werner Vogels, Rabu (10/11/2015) di Hotel Hermitage, Jakarta Pusat.

Dengan ditambahkannya pusat data di kawasan Asia, AWS berharap dapat menyediakan layanan yang lebih mumpuni untuk pengembangan dan inovasi bisnis berbasis digital.

Diketahui, AWS Infrastructure Region adalah lokasi geografis di mana AWS memiliki titik-titik kluster untuk menyematkan datacenter-nya. Hal ini memudahkan pengembang untuk memilih penggunaan datacenter yang paling dekat dengan lokasinya.

Pusat data terdiri dari beragam server. Pada sistem cloud AWS, server diklaim tak akan tumbang karena diprogram dengan teknologi "self-healing".

Maksudnya, server bisa memperbaiki kerusakan secara otomatis. Dalam waktu perbaikan tersebut, situs atau layanan maya perusahaan akan dialihkan ke server lain untuk sementara.

Misalnya sebuah perusahaan memilih dua server di Singapura sebagai penyokong utama dan dua server di Tokyo sebagai penyokong cadangan. Saat server di Singapura down, situs perusahaan akan langsung beralih ke server di Tokyo.

Pada saat bersamaan server di Singapura akan memperbaiki dirinya sendiri dan mendatangkan "bala bantuan" dari server lain yang sama-sama berbasis Singapura.

Hanya dalam hitungan detik, situs perusahaan akan kembali menggunakan server utamanya. Semua sistem otomatis ini diatur melalui konfigurasi cloud yang canggih. Maka, saat ada server yang rusak atau overload, pengunjung situs atau pengguna aplikasi tak akan "ngeh".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.