Aplikasi Pesan Instan Diminta Perlemah Enkripsi

Kompas.com - 23/11/2015, 13:55 WIB
Setelah pria bersenjata itu pergi, perempuan yang dilaporkan berusia 40-an tahun tersebut bangkit lalu kabur. YouTubeSetelah pria bersenjata itu pergi, perempuan yang dilaporkan berusia 40-an tahun tersebut bangkit lalu kabur.
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Insiden Paris dua pekan lalu dikaitkan dengan sistem enkripsi pada produk-produk ciptaan perusahaan teknologi terkemuka, seperti Apple, Google, Microsoft, dan Facebook.

Menurut pemerintah AS, sistem enkripsi pada layanan pesan instan rentan dijadikan celah bagi para teroris untuk berkoordinasi dan berkomunikasi guna melancarkan aksi terorisme.

Untuk itu, pemerintah kembali menekan para perusahaan teknologi untuk tidak terlalu "galak" dalam penerapan sistem keamana alias diminta melemahkan sistem enkripsi, sebagaimana dilaporkan BGR dan dihimpun KompasTekno, Senin (23/11/2015).

Atau lebih tepatnya, pemerintah meminta akses "pintu belakang" untuk memantau jalur komunikasi semua warga negara. Agar, jika ada rencana penyerangan semisal di Paris, pemerintah bisa tahu lebih awal dan menyusun rencana pencegahan.

Hal ini buru-buru ditolak Apple dkk. Tergabung dalam Information Technology Industry Council (ITIC), perusahaan-perusahaan tersebut mengirimkan pernyataan resmi terkait permintaan pemerintah melemahkan sistem enkripsi pada produk mereka.

Menurut ITIC, melemahkan enkripsi sama saja dengan membuka celah bagi orang-orang jahat untuk melancarkan tindakan kriminal.

"Kami paham bahwa lembaga pemerintah ingin melindungi semua warga negara. Tapi melemahkan enkripsi atau membuka akses bagi orang baik (pemerintah) akan menimbulkan celah yang bisa dieksploitasi orang-orang jahat," begitu tertera pada pernyataan resmi ITIC.

Beberapa contoh eksploitasi yang dimaksud antara lain: peretasan akun bank untuk pencurian, pembajakan pesawat, serta peretasan sistem keamanan lainnya yang dapat berakibat fatal pada keamanan dan ekonomi suatu negara.

Diketahui, Apple, Google, Facebook, Microsoft, dkk selama ini berupaya menciptakan sistem enkripsi yang mumpuni untuk menjaga privasi pengguna.

Pemerintah AS pun selama ini terus bernegosiasi untuk diberikan akses "mata-mata" ke jalur komunikasi warga negaranya.



Sumber BGR

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X