Kompas.com - 24/11/2015, 10:24 WIB
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Generasi Millennial (lahir 1980-an hingga 2000-an) kerap disebut sebagai generasi melek internet. Mereka menyerap lebih banyak informasi dan dengan begitu dianggap lebih banyak tahu.

Namun, ada fakta menarik yang dibeberkan tim peneliti berbasis Inggris, Ofcom. Ditemukan, hanya 31 persen anak usia 12 hingga 15 tahun yang bisa membedakan antara iklan Google (yang sudah ditandai "Ad") dengan hasil pencarian orisinil.

Ini membuktikan, kemudahan arus informasi tak berbanding lurus dengan kecerdasan. Justru, karena informasi terlalu mudah dan banyak tersedia, generasi millenial cenderung mudah percaya dan kurang kritis.

"Internet membuat anak-anak lebih mudah belajar, mecari sesuatu dari sudut pandang beragam dan tetap terkoneksi dengan semua orang," diakui kepala penelitian Ofcom James Thickett, sebagaimana dilaporkan TheVerge dan dihimpun KompasTekno, Senin (23/11/2015).

"Tapi, para digital native ini masih membutuhkan bantuan agar tahu bagaimana menyelami informasi yang dibeberkan dunia maya," ia menambahkan.

Tes lain pada anak usia 12 hingga 15 tahun menunjukkan, 19 persen dari total responden benar-benar percaya bahwa informasi yang dibeberkan hasil pencarian Google teratas adalah informasi paling relevan yang bisa dipercaya.

Padahal, kolom teratas tersebut kerap kali berisi informasi dari pengiklan. Persepsi yang keliru ini juga terulang saat menjajal YouTube.

Lebih dari 50 persen hasil survei pada anak usia 12 hingga 15 tahun menunjukkan, mereka tak sadar akan konten promosi pada YouTube.

Misalnya ada selebritas YouTube yang mendukung produk makanan pada video yang diunggah. Mayoritas millenial yang diteliti tak ngeh bahwa itu adalah bentuk promosi. Mereka percaya bahwa sang artis benar-benar sedang menunjukkan makanan kesukaannya.

Ketidaktahuan ini jelas menguntungkan pengiklan, namun merugikan konsumen. Untuk itu, awal tahun ini Federal Trade Commision (FTC) telah menuntut Google atas masalah promosi.

FTC berfokus pada layanan YouTube Kids yang khusus menyasar anak-anak. Menurut FTC, YouTube Kids membuat anak-anak bingung dalam membedakan iklan dengan konten orisinil.

FTC mengimbau agar semua layanan jejaring sosial (Google, YouTube, Instagram, Facebook, Twitter) yang menyisipkan promosi, benar-benar membuat garis jelas antara konten orisinil dengan iklan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video: Unboxing dan Hands-on Poco F4 GT serta Poco F4 versi Indonesia

Video: Unboxing dan Hands-on Poco F4 GT serta Poco F4 versi Indonesia

Gadget
Cara Beli Tiket Konser Westlife 2022 di Bogor, Surabaya, dan Yogyakarta

Cara Beli Tiket Konser Westlife 2022 di Bogor, Surabaya, dan Yogyakarta

e-Business
Link Pengumuman PPDB Jatim 2022 Tahap 4 dan Cara Cetak Bukti Penerimaannya

Link Pengumuman PPDB Jatim 2022 Tahap 4 dan Cara Cetak Bukti Penerimaannya

e-Business
Daftar Game Baru yang Akan Dirilis Juli 2022 di PC, PlayStation, hingga Nintendo Switch

Daftar Game Baru yang Akan Dirilis Juli 2022 di PC, PlayStation, hingga Nintendo Switch

Software
Aplikasi Pindah Data iPhone ke Android Kini Bisa untuk Semua HP Android 12

Aplikasi Pindah Data iPhone ke Android Kini Bisa untuk Semua HP Android 12

Software
Tabel Spesifikasi dan Harga Poco F4 GT di Indonesia

Tabel Spesifikasi dan Harga Poco F4 GT di Indonesia

Gadget
Vivo T1 5G Varian 256 GB Meluncur di Indonesia, Ini Harganya

Vivo T1 5G Varian 256 GB Meluncur di Indonesia, Ini Harganya

Gadget
Tabel Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2022 di Indonesia

Tabel Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2022 di Indonesia

Gadget
Mengenal Youtuber Minecraft “Technoblade” yang Meninggal Dunia di Usia Muda

Mengenal Youtuber Minecraft “Technoblade” yang Meninggal Dunia di Usia Muda

Software
Menjajal TWS Nothing Ear 1 yang Dibanderol Rp 1,5 Juta di Indonesia

Menjajal TWS Nothing Ear 1 yang Dibanderol Rp 1,5 Juta di Indonesia

Gadget
Bocoran Harga Nothing Phone (1), Ponsel Pertama Bikinan Mantan Pendiri OnePlus

Bocoran Harga Nothing Phone (1), Ponsel Pertama Bikinan Mantan Pendiri OnePlus

Gadget
Cara Menampilkan Avatar 3D di 'Always On Display' Oppo Reno 7

Cara Menampilkan Avatar 3D di "Always On Display" Oppo Reno 7

Gadget
Snapchat Punya Layanan Berbayar, tapi Masih Ada Iklannya?

Snapchat Punya Layanan Berbayar, tapi Masih Ada Iklannya?

Software
Tahukah bahwa iPhone Dulu Sebelum Dirilis Hampir Dinamai “iPad” atau “Tripod”?

Tahukah bahwa iPhone Dulu Sebelum Dirilis Hampir Dinamai “iPad” atau “Tripod”?

e-Business
Tampang Prototipe Pertama iPhone 15 Tahun Lalu, 'Berantakan' dan Pakai Software iPod

Tampang Prototipe Pertama iPhone 15 Tahun Lalu, "Berantakan" dan Pakai Software iPod

Gadget
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.