TV Ditinggalkan, Ini Tontonan Favorit Baru Orang Indonesia

Kompas.com - 25/11/2015, 12:31 WIB
Terinspirasi dari sebuah sentuhan, televisi masa depan akan dihubungkan dengan alat yang peka terhadap sentuhan panca indera calon penontonnya. Dengan demikian, televisi akan menghadirkan pengalaman menonton yang baru. ThinkstockTerinspirasi dari sebuah sentuhan, televisi masa depan akan dihubungkan dengan alat yang peka terhadap sentuhan panca indera calon penontonnya. Dengan demikian, televisi akan menghadirkan pengalaman menonton yang baru.
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Orang Indonesia kini lebih banyak nonton video di internet ketimbang nonton tayangan di televisi. Hal tersebut terungkap dari hasil penelitian firma Millward Brown tentang perilaku pemilik smartphone di Indonesia.

Lebih spesifiknya, dari 30 persen populasi di Indonesia, 52 persen di antaranya menonton video di internet, salah satunya YouTube, melalui smartphone, tablet, atau laptop.

Sementara itu, berbanding tipis, 48 persen masih menonton tayangan di televisi, sebagaimana dilaporkan Mumbrella Asia dan dihimpun KompasTekno, Rabu (25/11/2015).

Fenomena ini berbanding lurus dengan fenomena global. Sajian digital semakin mendominasi dan mengalahkan sajian lewat perangkat konvensional. Terutama bagi remaja usia 16 hingga 24 tahun yang disebut sebagai digital native.

Hal ini kurang lebih disebabkan oleh fleksibilitas yang ditawarkan. Konsumsi tayangan televisi cenderung dilakukan di rumah dan beramai-ramai untuk kebutuhan sosialisasi.

Sementara itu, konsumsi video lewat perangkat mobile bisa dilakukan di mana saja dan sifatnya lebih individu. Di kereta, ruang tunggu, lift, mobil, dan di manapun, masyarakat modern bisa menyaksikan video lewat smartphone atau tablet.

Hasil penelitian juga menyasar sektor iklan digital. Masyarakat Indonesia, menurut studi, lebih mudah menerima iklan ketimbang rata-rata masyarakat global.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih sedikit netizen yang melangkahi iklan sebelum masuk pada tayangan yang hendak ditonton. Lebih banyak yang memilih menyaksikan iklan. Terlebih jika iklan menawarkan hadiah atau kuis.

"Ini adalah peluang bagi pengiklan untuk meraup pasar," kata Direktur Manajer Millward Brown Indonesia, Mark Chamberlain.

Pun begitu, penyajian iklan juga harus dipikirkan agar bisa menarik minat penonton. "Pengiklan harus memakai cara yang simpel namun mengena untuk audiens digital native Indonesia," ia menjelaskan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.