Program "1.000 Startup", Pemerintah Butuh Rp 92 Miliar

Kompas.com - 22/01/2016, 16:04 WIB
Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com Menkominfo Rudiantara
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mencanangkan program "1.000 startup" hingga 2020 mendatang. Menurut Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, dibutuhkan dana 6,7 juta dollar AS atau setara Rp 92,6 miliar untuk mewujudkannya.

"Pemerintah akan split anggaran ke sana. Besarnya saya belum tahu," kata menteri yang kerap disapa RA itu seusai diskusi "5 Minutes" bersama idEA, Jumat (22/1/2016) di Hotel Le Meridien, Jakarta.

Selain dari anggaran pemerintah, Rudiantara berharap dana juga bisa terhimpun dari sektor swasta. Salah satu jalannya melalui program CSR perusahaan-perusahaan besar.

Dana yang terkumpul kemudian dialokasikan ke berbagai kegiatan menuju "1.000 startup", antara lain seminar, workshop, hackathon, bootcamp, dan inkubasi.

Lebih detailnya, pemerintah menargetkan 500 startup diinkubasi setiap tahun. Di antara 500 startup itu, sebanyak 200 di antaranya harus bisa mendapatkan seed funding.

"Dua ratus startup per tahun itu yang kami bimbing dari pendanaan seri A, seri B, hingga bisa jadi IPO," kata dia.

Sebelum ke tahap inkubasi, ada proses panjang yang harus dilewati. Pertama, setidaknya harus ada 8.000 peserta seminar startup setiap tahun. Dari situ diharapkan ada 4.000 peserta workshop.

Lalu, jumlahnya akan mengerucut menjadi 2.000 peserta hackathon, 1.000 peserta boothcamp, hingga mencapai 500 peserta inkubasi, dan terakhir 200 startup "jadi".

Pun prosesnya ruwet dan panjang, Rudiantara tak memasang ekspektasi berlebihan. "Palingan 1 dari 200 startup yang jadi unicorn, tapi yang penting ekosistemnya jalan," ujarnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorReza Wahyudi
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X