Sempat Dijual di China, Galaxy Note 7 Akhirnya Ditarik

Kompas.com - 15/09/2016, 20:37 WIB
Samsung Galaxy Note 7 dengan Stylus SPen. Reza Wahyudi/KOMPAS.comSamsung Galaxy Note 7 dengan Stylus SPen.
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Samsung akhirnya harus menarik 1.858 unit Galaxy Note 7 yang telah beredar di pasar China. Hal itu terpaksa dilakukan Samsung setelah pemerintah setempat memintanya melakukan penarikan, serupa dengan di negara-negara lain.

Permintaan penarikan disampaikan melalui departemen pengawasan kualitas China, yaitu General Administrasion of Quality Supervision, Inspection and Quarantine (AQSIQ).

Seluruh Galaxy Note 7 yang ditarik merupakan unit pre-order di situs resmi Samsung China, yang dilakukan pra perilisian pada 1 September lalu. AQSIQ juga mengatakan bahwa raksasa elektronik itu akan menggantinya dengan model yang terbaru tanpa biaya.

Namun, sebagaimana dilansir KompasTekno dari ZDNet, Kamis (15/9/2016), AQSIQ tidak menyebutkan soal penarikan Galaxy Note 7 yang dijual offline di toko-toko ritel setelah ponsel itu dirilis resmi.

Dengan kata lain, ponsel yang dijual oleh peritel pasca resmi diluncurkan Samsung masih akan tetap beredar di pasar.

Baca: Samsung Refund Pemesanan Galaxy Note 7 di Indonesia

AQSIQ juga tidak menjelaskan total jumlah Galaxy Note 7 yang sudah terjual di China. Data yang diketahui, yaitu 1,858 unit, merupaan data pre-order dari toko online resmi Samsung di Tmall. Sedangkan pasca perilisan resmi, diperkirakan sudah ada sekitar 12.000 unit Galaxy Note 7 yang beredar di China.

Pasca laporan meledak dan terbakarnya sejumlah baterai pada Galaxy Note 7, Samsung mengumumkan penarikan resmi di total 10 negara, termasuk Korea Selatan dan Indonesia. Namun raksasa elektronik itu memberi perlakuan khusus untuk pasar China.

Samsung sengaja tidak melakukan penarikan Galaxy Note 7 yang ada di Negeri Tirai Bambu itu dengan alasan baterai yang digunakan berbeda dan diklaim lebih aman.

Baca: Galaxy Note 7 Versi China Dijamin Anti-meledak

Di sisi lain, Civil Aviation Administration yang mengelola regulasi penerbangan di China serta sejumlah maskapai setempat, menghimbau agar penumpang pesawat tidak menggunakan atau mengisi ulang daya semua jenis Galaxy Note 7 dalam setiap penerbangan.

Himbauan serupa juga dikeluarkan oleh berbagai maskapai penerbangan di Indonesia, seperti Garuda Indonesia, Citilink, Air Asia, dan Lion Air.



Sumber ZDNet
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X