Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Begini Rencana Jerman Berantas "Hoax" di Media Sosial, Indonesia?

Kompas.com - 11/01/2017, 09:58 WIB
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta

Pernah diajukan pada 2015

Sebelumnya, Menteri Hukum Jerman Heiko Maas juga mengajukan proposal aturan yang serupa tetapi tak sama pada 2015 lalu. Kala itu, Maas meminta Google, Facebook, dan Twitter menghapus konten palsu dalam 24 jam.

Baca: Cara Melaporkan Berita "Hoax" di Facebook, Google, dan Twitter

Namun, belum ada ketentuan mengenai denda yang diberikan. Aturan itu pun diberlakukan, tetapi nyatanya kurang efektif. Google dkk masih sulit memberantas konten negatif.

Facebook hanya mampu menghapus 46 persen, YouTube 10 persen, dan Twitter 1 persen dari laporan pengguna atas konten ilegal yang tersebar di tiap-tiap platform.

Menurut Maas, kebijakan denda akan memicu pihak media sosial untuk berusaha lebih keras memberantas hoax. Ia mengatakan, pihak media sosial tak bisa terus-terusan berdalih bahwa mereka tak bertanggung jawab atas hoax karena fungsinya cuma sebagai wadah pertukaran informasi.

"Perusahaan yang mendapat duit dari jejaring sosial punya tanggung jawab sosial," kata Maas.

Belum jelas kapan aturan soal denda di Jerman akan diberlakukan. Namun, Facebook di sana kabarnya sudah memperkerjakan 600 orang untuk menghapus 2.000 informasi palsu per hari di akun-akun berbahasa Jerman.

Baca: Dua Situs Penyebar "Hoax" di Indonesia Raup Ratusan Juta Per Bulan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.