Kompas.com - 13/01/2017, 17:23 WIB
Kantor Bigo Live di Indonesia Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.comKantor Bigo Live di Indonesia
|
EditorDeliusno

JAKARTA, KOMPAS.com - Bigo Live Indonesia sempat diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Namun, blokir tersebut saat ini telah dicabut. Pengguna sudah kembali mengakses layanan tersebut melalui perangkat apapun.

“Blokir kami sudah dibuka per hari ini, Jumat (13/1/2017), sejak pukul 8.33 pagi tadi,” ujar Country Manager Bigo Live Indonesia Steven Zhang saat ditemui KompasTekno di kantornya, di Jakarta.

Sebelumnya, Bigo diblokir karena berisi konten negetif. Kemenkominfo melakukan pemblokiran pada DNS yang digunakan oleh Bigo sejak November 2016.

Baca: Pelajaran dari Warkop DKI Reborn dan Bigo Live

Marketing Director Bigo Global Teng Yee Kiong menambahkan, pemblokiran tersebut dicabut karena Bigo sudah memenuhi syarat yang diminta oleh Kemenkominfo. Syaratnya terdiri dari membuka kantor perwakilan di Indonesia, mempekerjakan tenaga kerja lokal, dan menghapus konten negatif.

Saat ini, Bigo sudah resmi mendirikan kantor perwakilan di Indonesia dan mengantongi izin Kantor Perwakilan Perusahaan Asing (KPPA) dari Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM).

Kiong menyatakan, status KPPA tersebut rencananya akan ditingkatkan menjadi perusahaan lokal. Saat ini perusahaan tengah mengurus persyaratan yang dibutuhkan untuk meningkatkan statusnya itu.

Punya tim pemantau

Dengan dibukanya kantor Bigo di Indonesia, layanan aliran video itu juga telah membentuk tim pemantau konten negatif. Tim tersebut terdiri dari 30 orang pegawai. Tugasnya memantau dan blokir pemilik konten yang memamerkan pornografi, minuman keras, dan rokok dalam video.

“Kalau kemarin kan tim Kemenkominfo tidak bisa berkomunikasi dengan kami, sekarang kami sudah mendirikan kantor jadi kalau ada yang perlu dikoordinasikan bisa menemui kami,” ujar Kiong.

“Tim pemantau konten negatif di sini juga bekerja 24 jam setiap hari, kami atur berdasarkan shift. Kemudian mereka juga dibantu dengan artificial intelligence yang mengidentifikasi konten pornografi,” pungkasnya.

Baca: Akhir Cerita Meerkat, Sang Pelopor “Live Streaming”

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.