Kompas.com - 28/01/2017, 15:30 WIB
Presiden AS, Donald Trump. NICHOLAS KAMM / AFPresiden AS, Donald Trump.
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump kembali disindir karena akun Twitter @POTUS miliknya didaftarkan menggunakan akun Gmail, layanan e-mail gratisan dari Google. Semestinya, akun kepresidenan didaftarkan dengan alamat e-mail pemerintah untuk menjamin keamanannya.

Akun @POTUS sendiri baru dibuat pada Januari 2017, menyusul pelantikan resmi Trump sebagai Presiden AS ke-45. Sebelumnya, nama akun itu digunakan Barrack Obama ketika masih menjabat.

Kini, akun kepresidenan Obama diganti dengan embel-embel "44" menjadi @POTUS44. Embel-embel tersebut merupakan keterangan bahwa Obama adalah Presiden AS ke-44.

Pendaftaran akun @POTUS Trump yang menggunakan alamat Gmail diungkap seorang jurnalis bernama Alex Zalben melalui akun Twitter-nya, @azalben, pada Kamis (26/1/2017) waktu setempat.

Ia mencoba masuk dengan username @POTUS untuk melihat alamat email yang diregister untuk akun itu, sebagaimana dilaporkan BuzzFeed dan dihimpun KompasTekno, Sabtu (28/1/2017).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena tak tahu password-nya, @azalben memilih opsi "reset password". Twitter pun meminta @azalben membuka tautan reset ke sebuah e-mail yang tak lain beralamatkan Gmail.

Alamat email itu adalah ds******************@gmail.com. Diduga kuat akun e-mail tersebut milik Social Media Director White House, Dan Scavino. Sebab, ada inisial "ds" yang tertulis.

Gedung Putih tak menanggapi hal ini. Namun, pada Jumat dinihari, alamat e-mail untuk akun itu telah berubah. @POTUS kini telah menggunakan e-mail resmi pemerintahan.

Sebelumnya, Trump juga disoroti karena masih betah menggunakan ponsel Android Samsung Galaxy lawas miliknya yang masih sama dengan ponsel pada umumnya. Padahal, smartphone Presiden AS seharusnya dimodifikasi sedemikian rupa agar aman. (

Beberapa standar ponsel Presiden AS adalah tak terkoneksi internet, tak bisa dipakai menjepret foto, serta tak bisa menerima panggilan kecuali dari keluarga dan kelompok tertentu.

Baca: 500.000 Akun Dipaksa Ikuti Twitter Presiden Trump, Ada Apa?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber BuzzFeed
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.