Kunjungi Kominfo dan Istana, Apa Hasil Diskusi CEO BlackBerry?

Kompas.com - 11/08/2017, 11:00 WIB
CEO BlackBerry, John Chen, Kamis (10/8/2017), usai mengisi acara bertajuk Inspirato, di SCTV Tower, Jakarta. Fatimah Kartini Bohang/Kompas.comCEO BlackBerry, John Chen, Kamis (10/8/2017), usai mengisi acara bertajuk Inspirato, di SCTV Tower, Jakarta.
|
EditorDeliusno

JAKARTA, KOMPAS.com - CEO BlackBerry, John Chen, bertandang ke Indonesia untuk memperkenalkan software keamanan yang menyasar pasar enterprise. Bisnis itu kini menjadi fokus BlackBerry, setelah melepas lisensi smartphone dan layanan pesan singkatnya ke mitra lokal di India, China, dan Indonesia.

Kunjungan John Chen ke Tanah Air pertama-tama bertemu Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, pada Rabu (9/8/2017), di Kantor Kominfo, Medan Merdeka, Jakarta.

Lantas pada Kamis (10/8/2017) kemarin, John Chen bertamu ke Istana Merdeka untuk silaturahmi dengan pemerintah pusat. Lantas, seperti apa hasil diskusi dengan pemerintah?

“Menkominfo sangat positif. Dia sebenarnya sudah mengunjungi fasilitas keamanan kami di Dusselforf, Jerman, dan melihat sistemnya bekerja,” John Chen bercerita.

“Saya harap ini (software keamanan BlackBerry) adalah sesuatu yang akan digunakan pemerintah Indonesia,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, John Chen sesumbar software keamanannya telah memiliki jejak dominasi di Amerika Serikat dan Kanada. Menurut dia, keamanan cyber dan manajemen risiko adalah hal nomor satu untuk keberlangsungan bisnis maupun lembaga pemerintahan.

Marketshare (software keamanan) kami dominan di sektor perbankan, asuransi, medis, firma hukum, dan pemerintah. Ini sangat penting,” John Chen mengungkapkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, John Chen enggan melontarkan sejauh mana pembicaraan kerja sama soal software keamanan BlackBerry dengan pemerintah Indonesia. Ia mengklaim pemerintah tertarik, namun belum mau mengiyakan apakah sudah ada kesepakatan hitam di atas putih.

“Lebih baik tanya ke pemerintah (Indonesia),” ujarnya.

BlackBerry telah melepas lisensi untuk produk ponsel merek “BlackBerry” dan layanan pesan singkat “BBM” ke beberapa perusahaan lokal di India, China, dan Indonesia, pada 2016 lalu.

Di Indonesia, Tiphone Mobile Indonesia Tbk yang merupakan afiliasi dari PT Telekomunikasi Indonesia ditunjuk sebagai pemegang lisensi produk ponsel. Bersama BlackBerry, Tiphone membuat sebuah perusahaan joint venture yang dinamakan PT BB Merah Putih.

Lantas untuk aplikasi pesang singkat BBM, BlackBerry menyerahkannya pada perusahaan Elang Mahkota Teknologi (EMTEK).

Baca: BlackBerry KeyOne yang Lebih Tangguh Dirilis Bulan Depan?



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.