CEO Google Balas Memo Kesetaraan Gender dari Karyawan yang Telah Dipecat

Kompas.com - 11/08/2017, 15:12 WIB
CEO Google, Sundar Pichai, Rabu (17/5/2017), saat menjadi spekaer pada keynote utama Google I/O 2017 di Shoreline Amphitheatre, AS. GoogleCEO Google, Sundar Pichai, Rabu (17/5/2017), saat menjadi spekaer pada keynote utama Google I/O 2017 di Shoreline Amphitheatre, AS.
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu seorang karyawan Google, James Dalmore, dipecat karena menyebarkan memo yang mengkritik kebijakan perusahaan. CEO Google, Sundar Pichai pun telah menjawab kritik tersebut dengan sebuah surat.

Memo yang ditulis oleh James Dalmore, setebal 10 halaman, berargumen bahwa ide keragaman gender tidak bisa dipakai di dunia teknologi. Alasannya adalah persoalan perbedaan kemampuan serta preferensi antara perempuan dan laki-laki, akibat faktor biologis.

Sundar Pichai pun menjawab memo tersebut dengan sebuah surat. Isinya mengomentari bahwa tindakan James Dalmore sudah kelewat batas.

Lengkapnya, sebagaimana dilansir KompasTekno dari Fortune, Jumat (11/8/2017), Sundar Pichai menulis hal ini dalam surat jawabannya terhadap kritik James Dalmore.

Baca: Kritik Kesetaraan Gender, Karyawan Google Dipecat

Sekarang adalah waktu yang sulit. Saya ingin memberikan kabar terbaru mengenai memo yang beredar sepanjang pekan lalu.

Pertama, izinkan saya mengatakan bahwa kami sangat mendukung hak Karyawan Google untuk mengekspresikan diri sendiri. Baik disetujui oleh mayoritas atau tidak, sebagian besar dari isi memo itu bisa diperdebatkan dengan berimbang.

Sayangnya, ada bagian memo itu yang melanggar pedoman perilaku perusahaan dan melanggar batas karena membawa sikap stereotip gender di lingkungan kerja kami.

Tugas kami adalah membuat produk yang hebat untuk pengguna, lalu membuat hidup mereka terasa berbeda. Sikap yang menyatakan bahwa rekan kerja memiliki keterbatasan kemampuan akibat hal biologis, merupakan sikap yang buruk.

Sikap tersebut bertentangan dengan nilai dasar dan etika perusahan. Padahal Google berharap bahwa masing-masing karyawan bisa melakukan yang terbaik dalam menciptakan budaya kantor yang bebas intimidasi, bias, pelecehan, hingga diskriminasi.

Memo itu jelas telah memengaruhi rekan yang sedang bekerja di sana, beberapa bahkan jadi terluka karena dinilai dari gendernya. Rekan kerja sebenarnya tidak perlu khawatir harus membuktikan dirinya berbeda dengan yang disebutkan oleh memo tersebut. Dalam sebuah pertemuan, semua bisa sama sama bicara.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Fortune
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X