Kompas.com - 13/08/2017, 17:05 WIB
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Peneliti drone menilai keputusan pihak militer Amerika Serikat (US Army) untuk berhenti menggunakan DJI sangat beralasan. Pasalnya, perangkat nirawak itu katanya rentan disusupi hacker untuk jadi mata-mata.

Seperti diberitakan sebelumnya, US Army telah mengeluarkan perintah untuk menghentikan penggunaan drone DJI secepatnya di kalangan militer AS. Dalam surat memo yang beredar, penghentian itu dilakukan karena faktor keamanan.

"Berkaitan dengan meningkatkan kesadaran akan kerentanan siber dengan produk DJI, diperintahkan bahwa US Army menghentikan semua penggunaan produk DJI," tulisnya seperti dilansir Ubergizmo.

Pihak DJI sendiri mengaku terkejut dengan keputusan US Army tersebut. Mereka mengaku keputusan itu dikeluarkan secara tiba-tiba dan tanpa pembahasan terlebih dulu bersama mereka.

Baca: Awas! Drone Kini Juga Jadi Sasaran Hacker

"Kami terkejut dan kecewa membaca laporan dari US Army terkait drone DJI, sebagaimana kami tidak diajak berkonsultasi selama pengeluaran keputusan. Kami sangat senang bisa bekerjasama secara langsung dengan organisasi, termasuk US Army, jika ada masalah," tulis DJI.    

Menanggapi ditariknya drone buatan DJI dari militer AS, peneliti drone dari Universitas Gunadarma, Akbar Marwan mengatakan, selama kurang lebih dua bulan terakhir perangkat lunak DJI memang sudah sering dibahas. Tidak hanya rentan, tapi juga dicurigai memata-matai aktivitas penggunanya.

"Bahkan, ada sebuah laporan yang sangat rinci mengenai data yang diambil oleh DJI," kata Akbar dalam keterangan tertulis kepada KompasTekno, Minggu (13/8/2017).

Kemungkinan besar, itulah latar belakang penyebab larangan tersebut meluas ke setiap produk yang saat ini dibuat oleh DJI, baik dari sisi elektronik, perangkat lunak, pengendali penerbangan, dan sistem kontrol kecepatan, pada US Army.

Tiga parameter

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Ubergizmo

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.