Awas! Drone Kini Juga Jadi Sasaran Hacker

Kompas.com - 01/08/2017, 19:13 WIB
Drone DJI Mavic saat dikenalkan di hadapan media di Jakarta, Selasa (22/11/2016). Oik Yusuf/KOMPAS.comDrone DJI Mavic saat dikenalkan di hadapan media di Jakarta, Selasa (22/11/2016).
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Penggunaan pesawat tanpa awak alias drone di Indonesia terus berkembang pesat. Tapi hati-hati, karena drone milik Anda bisa saja dikendalikan oleh para hacker dari jarak jauh.

Peringatan ini disampaikan oleh Kadiv Humas Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) Muhammad Akbar Marwan. Menurutnya, drone sejak beberapa bulan terakhir ini makin sering jadi incaran hacker.

Dipaparkan oleh Akbar, para hacker mulai rajin mengeksploitasi celah keamanan aplikasi dari para produsen utama drone di dunia untuk menghindari pembatasan, termasuk batas elevasi penerbangan.

Yang terbaru adalah ancaman hacker pada drone keluaran DJI. Dari penelusurannya, Akbar yang juga Researcher Drone dan Mobile Ad Hoc Network (MANET) dari Universitas Gunadarma, telah melihat celah yang dimanfaatkan hacker.

"DJI sebelumnya memang telah mengeluarkan update firmware untuk mengatasi masalah celah peretasan ini. Namun, walaupun sudah ada update firmware ini, proses hacking masih tetap dapat dilakukan," kata Akbar dalam keterangan tertulis kepada KompasTekno, Selasa (1/8/2017).

Baca: Makin Populer, Penjualan Drone Terus Menanjak

Potensi hacking drone, menurutnya, dapat ditelusuri pada kesalahan yang dibuat oleh DJI dalam meninggalkan kode debug pengembangan di aplikasi DJI Assistant 2. Perubahan bisa dilakukan dengan memberi komentar satu baris pada sebuah file dan menetapkan flag debug dari false ke true.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kelemahan tersebut memaparkan serangkaian parameter yang memungkinkan peretas mematikan pengamanan. DJI sendiri, kata Akbar, telah diperingatkan berulang kali sejak April 2017 lalu.

"Paling tidak sejak bulan puasa kemarin kami sudah disibukkan untuk melakukan antisipasi dan mitigasi terhadap perubahan kemampuan yang ada pada drone DJI, walaupun sebenarnya non-DJI drones yang rakitan dapat juga dilakukan hal yang sama,” paparnya.

“Pengguna DJI Drone diharapkan tidak sembarangan melakukan patch dari sumber yang tidak terpercaya, karena justru dapat menjadi masalah di kemudian hari. Misalnya, ada patch yang justru memberikan seperti countdown pada tanggal tertentu drone tersebut akan shutdown atau tidak bisa digunakan,” kata Akbar memberi peringatan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.