Tak Kapok Ditolak, Broadcom Tawar Qualcomm Rp 1.700 Triliun - Kompas.com

Tak Kapok Ditolak, Broadcom Tawar Qualcomm Rp 1.700 Triliun

Kompas.com - 07/02/2018, 12:21 WIB
Papan nama Qualcomm Inc. di gedung kantornya di La Jolla, California, AS.Konrad Fiedler/Bloomberg Papan nama Qualcomm Inc. di gedung kantornya di La Jolla, California, AS.

KOMPAS.com - Niat Broadcom membeli Qualcomm belum padam. Sempat ditolak November lalu, Broadcom pantang menyerah. Alih-alih mundur, produsen perangkat semi konduktor itu malah menyiapkan mahar lebih besar. 

Kali ini Broadcomm menyodorkan tawaran akuisisi senilai 121 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 1.700 triliun. Dengan nilai tersebut, Broadcomm akan membayar 82 dolar (Rp 1,1 juta) uper lembar saham Qualcomm, naik dari tawaran sebelumnya sebesar 70 dollar AS per lembar saham.

Baca juga: Rp 1.400 Triliun Tak Bisa Bikin Broadcom Beli Qualcomm

Broadcom menyebut tawaran barunya itu sebagai "yang terbaik dan terakhir", serta berharap jajaran direksi Qualcomm akan mempertimbangkan dengan serius dalam rapat tahunan para pemegang saham pada 6 Maret mendatang.

"Dewan direksi manapun yang rasional pasti akan mempertimbangkan tawaran kami," sebut Chief Executive Broadcom, Hock Tan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari New York Times, Rabu (7/2/2018).

Selain iming-iming ribuan triliun, Broadcom juga berjanji akan membantu Qualcomm menyelesaikan masalah-masalah perusahan tersebut, termasuk soal akuisis NXP yang tertahan dan sengketa hukum dengan Apple. 

Apple diketahui menahan pembayaran lisensi ke Qualcomm lantaran menuduh perusahan chip tersebut menarik biaya yang terlalu besar. Akibatnya, pekan lalu Qualcomm melaporkan telah mengalami penurunan pendapatan operasi sebesar 96 persen. 

Di dunia teknologi,  Qualcomm dikenal sebagai perusahaan semikonduktor pencipta System-on-Chip (SoC) seri Snapdragon dan chip modem yang banyak dipakai di produk smartphone berbagai pabrikan. Qualcomm juga aktif mengembangkan teknologi komunikasi, termasuk jaringan seluler generasi ke-5 alias 5G yang bakal menjadi tumpuan masa depan.

Sementara, Broadcom juga merupakan perusahaan semikonduktor yang membuat chip dari berbagai jenis untuk dipakai di aneka produk, mulai dari komputer, datacenter, smartphone, hingga konsol game dan perangkat GPS. Baik Broadcom maupun Qualcomm sama-sama duduk di daftar 10 besar pabrikan semikonduktor dunia lansiran firma riset pasar Gartner.

Apabila terwujud, maka hasil gabungan Broadcom dengan Qualcomm bakal menjadi raksasa semikonduktor yang produk-produknya digunakan oleh hampir seluruh gadget di dunia.

Namun akuisisi belum tentu terjadi karena sebelumnya sempat ditentang keras oleh pimpinan Qualcomm. Sementara, analis memperkirakan ada kemungkinan otoritas yang berwenang tak akan memberikan izin akuisisi, lantaran berpotensi menimbulkan masalah antitrust atau monopoli di industri.


EditorOik Yusuf
Komentar
Close Ads X