John Chen Tetap Pimpin BlackBerry hingga 2023

Kompas.com - 16/03/2018, 18:33 WIB
CEO BlackBerry John Chen menunjukkan smartphone BlackBerry Passport Mark Blinch/ ReutersCEO BlackBerry John Chen menunjukkan smartphone BlackBerry Passport

KOMPAS.com - BlackBerry baru saja mengumumkan CEO John Chen yang saat ini menjabat, akan tetap duduk di kursi CEO hingga tahun 2023.

Chen didapuk menjadi CEO BlackBerry sejak 2013, dan mengemban tanggung jawab untuk memulihkan kondisi perusahaan, setelah melepas sektor produksi smartphone dan beralih ke sektor pelayanan software.

Kala Chen menakhodai BlackBerry, perusahaan tersebut sedang berusaha bangkit di semua lini. Chen lalu membawa BlackBerry berbalik, dan akhirnya menemukan pijakannya kembali. Hal itu ditandai dengan naiknya harga saham 89,9 persen dalam kurun waktu 12 bulan, hampir setara dengan harga saham ketika Chen mengambil alih BlackBerry lima tahun lalu.

"Jajaran Direktur BlackBerry sangat yakin pada John Chen", ungkap Lead Director and Chair of the Compensation, Prem Watsa.

"John memutar keadaan dengan sukses dan menata perusahaan untuk menerapkan kekuatan dan asetnya untuk Enterprise of Things, kategori yang memiliki potensi besar", imbuh Watsa.

Baca juga: BlackBerry Tuduh Facebook, WhatsApp, Instagram Jiplak BBM

Lebih lanjut, Watsa menerangkan jika kepemimpinan Chen sangat penting. Jajaran direksi telah memutuskan bahwa ini adalah keputusan terbaik dari BlackBerry dan para pemegang saham, untuk melanjutkan sektor pelayanan hingga tahun 2023.

Gaji tetap sama

Meski masa jabatannya diperpanjang, menurut laporan Tech Crunch yang dihimpun KompasTekno, Jumat (16/3/2018), gaji yang diterima Chen akan tetap sama, yakni senilai 3 juta dollar AS (sekitar Rp 41,2 miliar) dengan bonus tiap tahun seperti kontraknya tahun lalu.

Secara total, Chen akan mendapatkan 15 juta dollar AS (sekitar Rp 206,3 miliar). Ia juga akan mendapatkan 5 juta lembar saham terbatas yang dipinjamkan selama lima tahun, jika harga lembar saham BlackBerry mencapai 16 dollar AS hingga 20 dollar AS (sekitar Rp 220.000 hingga Rp 275.000).

Saat ini, BlackBerry banting setir ke industri software cybersecurity dan sistem komputer tertanam (embedded) yang memberikan pendapatan dan pertumbuhan besar bagi BlackBerry.

"Kita akan menghasilkan uang di area yang tepat. Area utama tersebut adalah cybersecurity dan enterprise. Kita sangat baik di cybersecurity, enterprise untuk industri beregulasi seperti bank dan pemerintahan serta dinas kesehatan", jelas Chen.

Baca juga: BlackBerry Siapkan Android Bezel-less Premium?

BlackBerry juga dikabarkan bekerja sama dengan Baidu untuk mengembangkan mobil otonomos (tanpa sopir), menggunakan platform BlackBerry QNX.  Bulan Januari lalu, BlackBerry juga mengumumkan Jarvis, sebuah software cybersecurity berbasis cloud yang dapat memindai kode mobil terhadap kerentanan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X