BRTI Nilai Kegaduhan "Indosat Prime" Cuma Salah Paham

Kompas.com - 28/03/2018, 08:36 WIB
Indosat resmi berubah nama menjadi Indosat Ooredoo sejak Kamis (19/11/2015). Reska K. Nistanto/KOMPAS.comIndosat resmi berubah nama menjadi Indosat Ooredoo sejak Kamis (19/11/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Regulasi dan Telekomunikasi Indonesia (BRTI) memanggil Indosat Ooredoo terkait keluhan pelanggan atas layanan Prime, Selasa (27/3/2018) kemarin. Pertemuan itu berlangsung selama lebih kurang tiga jam sejak pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Komisioner Bidang Kebijakan Publik BRTI, Taufik Hasan, mengatakan skandal Indosat Prime ini mencuat karena kurangnya komunikasi ke pelanggan. Menurut dia, sebenarnya tak ada pelanggaran dalam mekanisme Prime.

“Kewajiban mereka memberi tahu regulator, sudah dilakukan. Kewajiban mereka juga memberi tahu pelanggan, yang ini kurang intensif. Pelanggan juga tidak terlalu mudah mengerti karena sifat pemberitahuan lewat SMS blast,” kata Taufik pada KompasTekno via pesan singkat.

Pelanggan Indosat Ooredoo mencak-mencak di Twitter karena merasa pulsa mereka disedot tiap bulan tanpa pemberitahuan. Apalagi mulanya layanan Prime ini tak bisa dinon-aktifkan.

Baca juga : Pelanggan Indosat Prime Kini Bisa Unreg, Begini Caranya

“Pemotongan pulsa itu untuk layanan tambahan yang berlaku untuk semua pelanggan, meski berbeda sesuai profile, yang seharusnya tidak menjadi keberatan kalau pelanggan mengerti,” Taufik menuturkan.

Adapun benefit tambahan dari layanan Prime antara lain prioritas jaringan internet, akses tanpa batas untuk aplikasi favorit, kesempatan mendapat voucher belanja online setiap Rabu, hingga telepon gratis setiap hari Minggu.

Prime ini sejatinya adalah skema ketentuan tarif baru dari IM3 Ooredoo untuk nomor terpilih. Pemilihan nomor ini berdasarkan kriteria dari Indosat, tanpa disosialisasikan secara detil ke pelanggan.

BRTI pun meminta agar Indosat Ooredoo lebih gencar dalam melakukan sosialisasi ke pelanggan terkait kebijakan tarif baru lewat layanan Prime. Hal ini diterima dengan baik oleh pihak Indosat.

“Kami menyadari mungkin dalam sosialisasi orang kurang mengerti seperti apa sebenarnya skema tarif Prime ini. Kami gembira BRTI sudah menerima penjelasan dari kami dan kami akan terima arahan itu,” kata Head of Corporate Communications Group Indosat Ooredoo, Deva Rachman.

Baca juga : Cara Registrasi dan Daftar Ulang Kartu Prabayar Indosat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.