Go-Jek Diundang Masuk Filipina untuk Saingi Grab

Kompas.com - 02/04/2018, 10:19 WIB
Kantor Go-Jek Indonesia Reska K. Nistanto/KOMPAS.comKantor Go-Jek Indonesia
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com — Uber telah lempar handuk di kawasan Asia Tenggara. Bisnis raksasa layanan ride hailing asal Amerika Serikat itu pun bakal digabungkan dengan Grab lewat akuisisi sehingga menghilangkan kompetisi antara keduanya di kawasan ini.

Hal tersebut rupanya menimbulkan kekhawatiran di Filipina sehingga pimpinan dewan majelis rendah negeri tersebut, Luis Campos Jr, mengundang Go-Jek untuk melebarkan sayap ke negerinya demi menyaingi Grab di ranah bisnis transportasi online.

“Untuk mengimbangi merger dan memicu kompetisi, kami mungkin harus mendorong pemain besar lain seperti Go-Jek untuk segera datang,” ujar Campos.

Campos, seorang anggota dewan legislatif yang terpilih sebagai representatif kota Makati, mengaku tertarik pada Go-Jek lantaran memiliki lebih dari 400.000 mitra driver dan kendaraan. Go-Jek juga disebutnya sebagai “aplikasi ride-hailing terpopuler di negara dengan populasi keempat terbesar di dunia (Indonesia)”.

Dia sebenarnya berharap Uber, Grab, dan Go-Jek bisa sama-sama hadir di Filipina dan saling berkompetisi. Namun apa daya, Uber sudah kadung menyerah, sementara Go-Jek masih sibuk berkutat di negeri asalnya.

“Tiga pemain lebih baik daripada dua. Tapi kalau tidak bisa ada tiga, maka dua pun lebih baik daripada hanya satu,” imbuh Campos, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Inquirer, Senin (2/4/2018).

Di Filipina, merger antara Uber dan Grab dikhawatirkan menimbulkan monopoli sehingga keduanya diharuskan menjabarkan detil-detil perjanjian bisnis mereka kepada Komisi Kompetisi Filipina (PCC) untuk memastikan tak bakal ada efek anti-kompetitif seperti layanan yang buruk dan harga tinggi untuk konsumen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kalau akuisisi Uber atas Grab dinilai anti-kompetitif, PCC bisa saja tidak mengizinkan kesepakatan merger tersebut.

Selain PCC, di Singapura, Komisi Pengawas Persaingan Usaha juga tengah menyelidiki transaksi akusisi kedua penyedia layanan ride hailing tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan merger tersebut tak melanggar regulasi Competition Act di "Negeri Singa" itu.

Baca juga: Pegawai Uber Singapura Mengaku Diminta Kosongkan Kantor dalam 2 Jam

Go-Jek siap ekspansi?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.