Beredar Ajakan Boikot Facebook, WhatsApp, Instagram pada 11 April

Kompas.com - 09/04/2018, 11:41 WIB
Ilustrasi Facebook IstIlustrasi Facebook

KOMPAS.com - Pada Rabu (11/4/2018) mendatang, CEO Facebook, Mark Zuckerberg, bakal bersaksi di hadapan Komisi Energi dan Perdagangan Amerika Serikat terkait kasus pencurian data pribadi pengguna.

Di hari yang sama, kampanye bertajuk “Faceblock” mengajak pengguna memboikot Facebook, Instagram, dan WhatsApp selama 24 jam. Kampanye itu didalangi kolektif netizen di Belgia, Denmark, Irlandia, Malta, Meksiko, Inggris, dan Amerika Serikat.

Mereka menilai skandal Cambridge Analytica menunjukkan rapuhnya pengamanan data dan demokrasi di era digital. Dari kasus tersebut, sebanyak 87 juta data pribadi pengguna Facebook global dicuri dan disalahgunakan.

“Jika kita melakukan Faceblock bersama-sama dan mengunggah alasan kenapa kita melakukannya, kita akan menyampaikan pesan kuat bahwa Facebook harus lebih baik,” begitu tertulis pada deskripsi kampanye Faceblock, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Senin (9/4/2018).

Tiga poin utama menjadi tuntutan para pencetus Faceblock. Mereka ingin Facebook segera memastikan nasib data pribadi pengguna, menjelaskan sejauh apa penyalahgunaannya, dan mempertegas batasan antara konten negatif dan kebebasan berpendapat.

Jika Anda tertarik ikut kampanye Faceblock, bisa membuka dari tautan ini. Ada beberapa tahapan yang bisa Anda lakukan untuk mendukung kampanye tersebut.

Pertama, mengikuti kampanye dengan menekan opsi “Joint Event”. Anda akan dibawa ke laman event Facebook, di mana Anda bisa mengundang teman lain untuk mengikuti kampanye itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selanjutnya, Anda bisa menjelaskan di Twitter dan Facebook terkait alasan mengikuti kampanye Faceblock. Semakin banyak yang ikut, semakin intens pesan itu disampaikan ke Facebook.

“Pada 11 April, saya tak akan menggunakan @Facebook, @Instagram, atau @WhatsApp. Mari tingkatkan kontrol atas data kita! http://facebookblackout.org #Faceblock,” begitu pesan default yang bisa langsung dikicaukan  di Twitter atau diunggah sebagai status Facebook.

Ada alasan khusus mengapa Faceblock dibuat bertepatan dengan hari kesaksian Mark Zuckerberg di hadapan Senat. Menurut juru bicara Faceblock, Laura Ulman, hal ini untuk menegaskan bahwa keamanan data bukan cuma tanggung jawab Facebook, tetapi juga pemerintah.

“Tanggung jawab Facebook untuk mengatur paltform-nya, tetapi tanggung jawab pemerintah untuk memastikan perusahaan menjaga data pengguna. Pemerintah juga harus meregulasi praktik monopoli,” kata Laura Ulman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Faceblock
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.