Anomali 1 NIK untuk Daftar 2,2 Juta Kartu SIM, Pemerintah Diminta Audit

Kompas.com - 11/04/2018, 09:36 WIB
Seorang warga terlihat sedang memilih nomor handphone di salah satu gerai di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Selasa (7/11/2017). Pemerintah mewajibkan registrasi ulang SIM card bagi para pengguna telepon seluler hingga 28 Februari 2018 dengan memakai nomor NIK dan kartu keluarga (KK). KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISeorang warga terlihat sedang memilih nomor handphone di salah satu gerai di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Selasa (7/11/2017). Pemerintah mewajibkan registrasi ulang SIM card bagi para pengguna telepon seluler hingga 28 Februari 2018 dengan memakai nomor NIK dan kartu keluarga (KK).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 2,2 juta kartu SIM prabayar Indosat Ooredoo diregister dengan 1 Nomor Induk Kependudukan (NIK). Penyalahgunaan semacam ini juga ditemukan pada operator lain, seperti Telkomsel, XL Axiata, Hutchison Tri, dan Smartfren.

Deputi Direktur Riset Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam), Wahyudi Jafar meminta agar pemerintah menelusuri sistem verifikasi registrasi kartu SIM prabayar. Menurut dia, anomali semacam ini semestinya tak terjadi jika sistem verifikasinya mumpuni.

“Kominfo dan Kemendagri harus membuka sistem audit. Ada di mana celahnya? Jangan-jangan ini bukan kesalahan operator atau pihak lain, tetapi sistem verifikasi yang dikelola pemerintah kurang baik,” kata dia, Selasa (10/4/2018), usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I DPR RI, di kompleks DPR-MPR Senayan, Jakarta.

Pasalnya, 1 NIK hanya bisa didaftarkan sendiri untuk maksimal 3 nomor berbeda di satu operator telekomunikasi. Artinya, jika ada 5 operator telekomunikasi yang eksis, 1 NIK sewajarnya cuma bisa melakukan registrasi untuk 15 nomor.

“Kalau lebih dari itu, secara sistem harusnya sudah nggak bisa,” ujarnya.

Wahyudi Jafar mengritisi sistem verifikasi registrasi kartu SIM prabayar berdasarkan pengalaman pribadinya. Ia bercerita, ketika menggunakan fitur pengecekan yang digodok pemerintah dan operator, ada kejanggalan yang dialami.

Baca juga: 1 NIK Dipakai Daftar 2,2 Juta Nomor Prabayar, Ini Tindakan Kominfo

“Saat saya cek, dikatakan NIK saya belum dipakai untuk registrasi. Namun, ketika saya registrasi dengan NIK itu, dibilang salah. Artinya memang sistem verifikasinya ada kesalahan,” ia menjelaskan.

Timbul banyak asumsi

Pasca ditemukan anomali pendaftaran ganda dengan satu NIK, banyak asumsi yang beredar. Ada kecurigaan operator sengaja “bermain” agar angka registrasinya terlihat banyak, sehingga jumlah pelanggan aktifnya bisa dilebih-lebihkan.

Dugaan lain, para outlet yang diberi otoritas membantu proses registrasi kartu SIM prabayar menyalahgunakan kewenangannya untuk kepentingan tertentu. Wahyudi Jafar mengimbau pemerintah agar meluruskan asumsi-asumsi ini.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X