40 Tahun Lalu E-mail "Spam" Pertama Dikirim, Isinya?

Kompas.com - 04/05/2018, 19:41 WIB
Ilustrasi email marketingland.comIlustrasi email

Promosi Green Card tersebut juga tak luput dari kecaman, namun tetap mendulang keuntungan 100.000 dollar AS kala itu.

Baca juga: Google Rilis Gmail Go, Ringan dan Bebas Spam

Dirangkum dari Britannica, konsep spamming bukanlah hal baru. Jauh sebelum Thuerk, pesan tak diinginkan dikirim melalui telegram 100 tahun lalu. Pesan-pesan tersebut kemudian disebut pesan sampah atau "junk mail"

Dilansir KompasTekno dari BBC, Jumat (4/5/2018), 85 persen e-mail merupakan spam.
Awalnnya, kebanyakan spam berisikan pesan tak diinginkan dari para pelaku bisnis, khususnya marketing yang tak segan menampilkan identitasnya.

Tapi akhirnya, para spammer (pengirim spam) menyembunyikan identitasnya, termasuk lokasi.
Sehngga pesan-pesan berkonten negatif seperti pornografi atau penipuan, tak jarang menyambangi kotak masuk penerima tanpa terlacak.

Spam tak jarang mengandung virus dan software berbahaya (malware) yang dapat menginvasi komputer penerima. Komputer berbahaya yang disebut "zombie", dihubungkan bersama untuk membentuk jaringan komputer yang disebut botnet.

Kemudian, spammer diam-diam mengendalikan jaringan tersebut dan memanfaatkannya untuk mendistribusikan spam atau yang lebih berbahaya, melakukan kejahatan siber.

Baca juga: Dituntut, LinkedIn Akhirnya Berhenti Sebar Spam

Melawan spam

Meskipun beberapa platform penyedia e-mail telah memberikan folder khusus untuk membuang spam, namun beberapa orang mengambil langkah hukum untuk melawan spam.

Kurangnya konsistensi hukum internasional dan keinginan untuk tetap menjaga kebebasan berbicara, membuat sulitnya solusi yang diambil oleh pembuat kebijakan.

Semakin hari, spammer semakin lihai untuk mengirim spam, meski banyak software yang semakin canggih untuk menghalau spam.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X