Sekolah Ini Pantau Siswa Mengantuk dengan Kamera Pintar

Kompas.com - 21/05/2018, 19:03 WIB
Ilustrasi siswa mengantuk di dalam kelas Tomwang112Ilustrasi siswa mengantuk di dalam kelas

KOMPAS.com - Salah satu sekolah di kawasan timur Provinsi Zheijang, China, memasang teknologi kamera pintar yang bisa mengenali ekspresi wajah (facial recognition), untuk mengawasi jika ada murid yang mengantuk saat pelajaran berlangsung.

Kamera tersebut terhubung dengan software pengenal wajah. Setiap gerak-gerik siswa di SMA 11 Hangzhou, akan dikontrol kamera-kamera tersebut yang terpasang di atas papan tulis kelas.

Sistem pengawasan yang dijuluki "smart eyes" tersebut akan merekam semua data murid-murid, termasuk mood mereka yang dikategorikan dalam beberapa emoji, seperi terkejut, sedih, antipati, takut, atau netral.

Sistem smart-eyes yang mengandalkan teknologi pengenal wajah, menampilkan suasana hati murid-murid dalam bentuk emoji.South China Morning Post/news.sina.com.cn Sistem smart-eyes yang mengandalkan teknologi pengenal wajah, menampilkan suasana hati murid-murid dalam bentuk emoji.

Semua data tersebut bisa dibaca langsung oleh guru yang sedang mengajar di kelas secara real-time (saat itu juga). Berkat sistem itu, dilansir KompasTekno dari Gizmodo, Senin (21/5/2018), guru-guru disebut mampu mengukur perhatian siswa.

Para pengajar juga bisa memahami kira-kira bagian pelajaran mana yang kurang mendapat perhatian siswanya. Namun, jika siswa sedang merasa kurang sehat, sistem tersebut diklaim lebih pintar untuk mendeteksinya, bahkan sebelum guru mengetahuinya.

Beberapa siswa mengaku mengubah perilakunya setelah sistem smart-eyes dipasang di kelasnya.

"Sebelumnya, ketika ada kelas yang tidak saya suka, saya jadi malas dan kadang ketiduran di atas meja," aku salah satu murid SMA 11 Hangzhou.

Ia menambahkan, tidak berani tidur di kelas lagi setelah ada kamera terpasang di kelasnya. "Seperti sepasang mata misterius yang terus-terusan mengawasiku", katanya.

Menurut kepala sekolah, Ni Ziyuan, sistem ini telah terpasang sejak Maret 2018 di salah satu kelas, dan akan merata pada musim panas mendatang. Ia berujar jika sistem ini bisa membantu meningkatkan standar pendidikan sekolahnya.

"Ini sama saja seperti guru yang punya asisten, itu (sistem smart-eyes) bisa meningkatkan kualitas pengajaran", ujar Ni.

Baca juga: Teknologi Pengenal Wajah Kenali Buronan di Kerumunan 60.000 Penonton

Kendati demikian, beberapa pihak tak sepenuhnya menyambut baik teknologi kamera ini di sekolah. Beberapa di antaranya berpendapat jika sistem tersebut berpotensi melanggar privasi siswa.

"Ini cuma merekam gerak-gerik murid, bukan merekam aktivitas mereka," kilah Ni.

Bagi siswa yang memperhatikan pelajaran dengan baik, Ni mengatakan akan mendapat nilai A.
Sementara yang ketahuan mengantuk atau kurang memperhatikan, akan mendapat nilai B.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X