Teknologi Pengenal Wajah Kenali Buronan di Kerumunan 60.000 Penonton - Kompas.com

Teknologi Pengenal Wajah Kenali Buronan di Kerumunan 60.000 Penonton

Kompas.com - 17/04/2018, 08:40 WIB
Kamera Pengawas milik Polisi Singapura (POLCAMs). (Channel News Asia) Kamera Pengawas milik Polisi Singapura (POLCAMs). (Channel News Asia)

KOMPAS.com - Polisi China berhasil membekuk pelaku tindak kriminal di lokasi konser musik yang digelar di Nanchang, China.

Peringkusan tersebut dilakukan setelah polisi mengenali wajah pelaku lewat sejumlah kamera yang dipasang di sekitar arena konser.

Kamera-kamera tersebut telah dilengkapi teknologi facial recognition atau pengenal wajah, sehingga bisa mengenali wajah pelaku di antara 60.000 penonton konser penyanyi Jacky Cheung, salah satu pesohor terkenal di Hong Kong.

" Konser itu dihadiri lebih dari 60.000 orang, jadi ketika penyergapan dilakukan, banyak menarik perhatian orang", jelas salah satu anggota kepolisian Honggutan, Li Jin, seperti dilansir KompasTekno dari ECNS China, Selasa (17/4/2018).

Petugas menerangkan bahwa sistem teknologi pengenal wajah, terkoneksi dengan basis data kepolisian. Jumlah orang yang datang ke ke lokasi bisa dihitung, termasuk identitasnya, sehingga pelaku bisa ditentukan dengan membandingkannya.

Pelaku bernama Ao (31) yang berasal dari Zhangshu, diketahui telah menjadi buronan polisi, dengan tuduhan terlibat dalam sengketa ekonomi. Ao dan istrinya serta beberapa temannya, pergi ke Nanchang untuk menonton konser Jacky Cheung di Nanchang International Sports Center.

Saat konser berlangsung, sejumlah petugas kepolisian menyergap Ao di antara puluhan ribu penonton, lantas menggiringnya keluar dari arena konser. Ao pun dikirim ke kantor keamanan Zhangshu, setelah ditangkap.

Baca juga : Pertama Kali, Teknologi Pengenal Wajah Dipakai di Olimpiade

Sistem pengenal wajah telah menangkap banyak gambar beberapa terduga kriminal, setelah teknologi ini diadopsi di tempat-tempat publik secara luas.

Sebelum kasus ini, pada bulan Agustus, kepolisian Qingndao, Provinsi Shandong, menahan 25 buronan dengan bantuan teknologi pengenal wajah yang terpasang di acara Qingdao International Beer Festival.

Tiga pelaku kriminal juga ditangkap kepolisian Shenyang dalam sembilan hari, juga berkat teknologi pengenal wajah yang terpasang di stasiun kereta bawah tanah.



Close Ads X