Palapa Ring Barat Belum Dilirik Penyedia Internet

Kompas.com - 07/06/2018, 18:23 WIB
Penulis Oik Yusuf
|

Palapa Ring Paket Tengah menjangkau 17 kota dan kabupaten di Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara dengan kabel serat optik sepanjang 2.467 kilometer.

Rudiantara mengungkapkan tahap penyelesaian Palapa Ring Tengah kini mencapai 77 persen, dan ditargetkan sudah rampung pada bulan September mendatang.

Sementara itu, Palapa Ring Paket Timur menjangkau 35 kabupaten dan kota di wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, hingga pedalaman Papua dengan kabel serat optik sepanjang 8.454 kilometer.

Progress pengerjaan Palapa Ring Timur, menurut Rudiantara, saat ini telah mencapai kisaran 46 persen dan ditargetkan selesai pada penghujung 2018.

Baca juga: Palapa Ring Barat Rampung, Operator Bisa Bangun Jaringan Lebih Murah

"Jadi akhir tahun nanti tidak ada kabupaten atau kotamadya yang tidak terhubung ke broadband," ujar Rudiantara.

Khusus untuk Palapa Ring Timur, kabel serat optik yang digunakan merupakan buatan dalam negeri di Cilegon dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mencapai 30 persen.

"Last mile" daerah 3T dibangun pemerintah

Rudiantara menjelaskan, jaringan Palapa Ring merupakan backbone telekomunikasi. Untuk prasarana last mile yang menghubungkan dengan konsumen akhir, seperti Base Transceiver Station (BTS), perlu dibangun sendiri oleh operator penyewa.

Soal last mile ini ada pengecualian untuk daerah-daerah kategori 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) yang dinilai tidak feasible secara bisnis untuk operator.

Dalam hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika lewat Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (Bakti, dulu BP3TI) lah yang akan menyediakan prasarana last mile.

"BTS yang sudah dibangun sekarang sudah 800-an. Sampai akhir tahun depan akan dibangun lagi kurang lebih 4.000 BTS. Itu untuk daerah-daerah yang remote," ujar Rudiantara.

Soal last mile yang harus dibangun sendiri ini, menurut Ketua Umum APJII Jamalul Izza, menjadi salah satu kendala bagi ISP karena harus menunggu ketersediaan prasarana dari penyedia jaringan.

Sementara, penyedia jaringan juga memiliki pertimbangan bisnis sendiri sebelum membangun last mile di satu titik.

“Kalau cuma ada satu penyedia jaringan yang punya ketersambungan dengan Palapa Ring, akhirnya harga bisa tinggi untuk menyewa last mile tersebut,” kata Jamalul.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.