Kompas.com - 16/07/2018, 13:15 WIB
Teknologi World Lens di Google Translate mampu menerjemahkan teks lewat tangkapan lensa kamera GoogleTeknologi World Lens di Google Translate mampu menerjemahkan teks lewat tangkapan lensa kamera

KOMPAS.com - Penggunaan aplikasi penerjemahan mengalami kenaikan selama Piala Dunia 2018, dibanding hari-hari biasa. Menurut Product Manager Google Translate, Julie Cattiau, selama Piala Dunia 2018, pengguna Google Translate melonjak dua kali lipat.

Dalam sebulan terakhir, semua fans termasuk para jurnalis yang meliput Piala Dunia 2018, memanfaatkan Google Translate dan aplikasi penerjemah lain untuk segala hal. Seperti menanyakan petunjuk lokasi, bercakap dengan supir taksi, check-in hotel, berkenalan dengan fans dari negara lain dan sebagainya.

Para turis banyak menggunakan teknologi kamera yang mampu memindai bahasa lalu mengalihkannya ke bahasa yang dipahami pengguna. Dengan kamera penerjemah, pengguna bisa memahami menu makanan yang tertulis dengan bahasa setempat, mengurai petunjuk tertentu dan membaca nama stasiun kereta bawah tanah.

"Ini sangat berguna untuk semuanya. Kami mencoba berbahasa Inggris juga, tapi ini (aplikasi terjemah) sangat berguna di bar dan restoran", ujar Rodrigo Ferreira, fans Brazil asal Salvador.

Lonjakan pengguna rupanya telah diprediksi oleh Google, berkaca dari pengguna Google Translate saat Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil yang juga meningkat.

"Brasil adalah pasar terbesar kami, tapi Rusia akan berada di atasnya sedikit," jelas Cattiau dilansir KompasTekno dari New York Times, Senin (16/7/2018).

Baca juga: Google Translate Dikeluhkan Berlaku Seksis

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tercatat, Google Translate memiliki 500 juta pengguna dan mengalih-bahasakan 143 miliar kata per hari dari 100 lebih bahasa. Aplikasi ini bisa menerjemahkan 37 bahasa via foto, 32 bahasa melalui percakapan suara dan 27 bahasa via video real-time dengan mode augmented reality.

Sedikit yang berbicara bahasa Inggris

Jumlah pengguna Google Translate yang berlipat ganda tentu tak mengherankan.

"Tidak banyak orang berbicara bahasa Rusia, dan itu sangat menyulitkan," aku Hedi Salem dari Prancis.

Apalagi, tak sedikit pula yang tidak bisa berdialog dalam bahasa Inggris.

"Di beberapa kota kecil, beberapa di Moskow dan St. Petersburg, hanya sedikit yang berbicara bahasa Inggris. Kami harus bercakap sedikit bahasa Rusia," imbuh Salem.

Dengan aplikasi penerjemah semacam Google Translate, hubungan sosial antar fans dari berbagai dunia akan semakin akrab. Hal tersebut diamini oleh Joss Moorkens, asisten profesor program studi School of Applied Language and Intercultural Studies dari Dublin City University.

"Ini (aplikasi penerjemah) penting. Saat orang-orang lebih akrab dengan alat penerjemah mobile, mereka akan lebih akrab dengan pengunjung meskipun terkendala pemahaman bahasa," jelasnya.

Tujuan ini seirama dengan visi Google. Cattiau mengatakan jika perusahaannya memiliki ambisi serta visi untuk mendobrak batas bahasa bagi semua orang di berbagai macam konteks, tidak hanya untuk wisata saja.

Sebanyak 95 persen pengguna Google Translate berada di luar Amerika Serikat yang merupakan negara multilingual seperti India dan Indonesia. Ia menambahkan jika timnya sedang fokus untuk meningkatkan kemudahan dalam penggunaan Google Translate, selain membuatnya lebih akurat dalam menerjemaahkan.

"Kami ingin orang-orang bisa berbicara senatural dan selancar mungkin," tuturnya.

Kendati demikian, menurut Dr. Moorkens, aplikasi penerjemah lebih baik digunakan untuk situasi informal. Menurutnya, belajar bahasa masih diperlukan untuk menyempurnakan pemahaman yang tepat.

"Ketika mesin berbicara kepada Anda, bagaimana Anda tahu jika pesan tersebut akurat dan tepat jika Anda tidak memiliki pengetauan bahasa tersebut?," jelas Dr. Moorkens.

Baca juga: Google Translate untuk Bahasa Indonesia Makin Mirip Manusia

Meski begitu, pendapat Dr.Moorkens tidak begitu berlaku di Rusia selama perhelatan Piala Dunia 2018. Ketika tidak ada komunikasi sama sekali, maka aplikasi penerjemah yang belum sempurna bisa menjadi alternatif.

"Mereka (aplikasi penerjemah) telah membantu para fans dan penduduk tuan rumah melebur bersama, memudahkan pengunjung berkeliling, membuat hari ke hari semakin mudah, dan membantu orang-orang menemukan sesuatu untuk dikatakan, serta bagaimana mengatakannya," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.