Ini Alasan Mengapa Harus Ganti Password Instagram Sekarang

Kompas.com - 16/08/2018, 09:24 WIB
Ilustrasi Instagram .Ilustrasi Instagram

KOMPAS.com - Ribuan pengguna Instagram mengaku jika akun mereka telah diretas. Mereka mendapati akunnya log-out tiba-tiba dengan password serta e-mail yang berganti dengan domain Rusia.

Peretas agaknya cukup lihai. Mereka mampu menon-aktifkan mode otentikasi dua faktor (two factor authentication/2FA) di akun pengguna. Beberapa korban mengaku jika akun mereka mengaktifkan fitur tersebut, namun tetap mampu ditembus.

Diketahui mode ini seharusnya lebih aman dari peretasan, sebab langkah otentikasinya yang bertahap-tahap. Beberapa Instagrammer mencoba meminta bantuan Instagram untuk memulihkan akun. Sayangnya, beberapa laporan menyebut jika hal itu tidak menolong sama sekali.

Korban yang terlanjur menyerah memulihkan akun, akhirnya membuat akun baru dan merelakan akun lama yang diretas. Lantas, bagaimana menghindari peretasan akun Instagram terjadi lagi?

Baca juga: Ratusan Pengguna Instagram Mengaku Akun Mereka Diretas

Seperti yang dikatakan sebelumnya, otentikasi dua faktor saja tidak cukup. Otentikasi dua faktor hanya menggunakan SMS sebagai notifikasi nomor verifikasi. Bukan tidak mungkin, hacker juga mengincar nomor SIM pengguna, seperti yang terjadi pada situs Reddit awal bulan ini. Para peretas SIM menargetkan administrator Reddit.

Cara terbaik untuk mengamankan akun Instagram adalah dengan mengganti password. Mengganti password yang lebih kuat dan unik bisa mengurangi risiko pembobolan akun. Menggunakan password berbeda-beda di setiap akun juga akan membantu mengurangi potensi peretasan.

Pengguna pun perlu untuk secara rutin mengganti password. Jika tidak ingin lupa, ada beberapa aplikasi untuk menyimpan password, seperti Dashline, Last Pass, atau Keeper yang masing-masing kompatibel untuk perangat berbasis iOS dan Android.

Kendati otentikasi dua faktor nyatanya tetap bisa diretas, namun tidak ada salahnya tetap mengaktifkan fitur kemanan tersebut. Sebab, dalam kasus ini, hanya ada sedikit korban yang mengaku mengaktifkan otentikasi dua faktor.

Itu artinya, korban yang tidak mengaktifkan 2FA lebih berpeluang untuk dibobol. Pastikan juga pengguna tidak memberikan kredensial akun Instagram ke aplikasi atau situs pihak ketiga yang mencurigakan.

Baca juga: 5 Tips Bikin Password yang Tidak Mudah Dibobol

Dilansir KompasTekno dari Tom's Guide, Kamis (16/8/2018), Instagram mengatakan akan membentuk tim khusus untuk membantu mengamankan akun pengguna dan membuat metode otentikasi dua langkah lebih aman lagi.

Instagram juga telah menyediakan kiat keamanan akun yang bisa dilihat di tautan berikut ini. Layanan berbagi foto tersebut juga dikabarkan tengah menyediakan sistem kemanan menggunakan aplikasi Google Authenticator. Aplikasi ini akan mengirimkan nomor token atau kode keamanan ke pengguna.

Aksi peretasan yang menimpa ribuan akun Instagram ini cukup berbeda dengan peretasan yang pernah terjadi. Tidak dilaporkan adanya penghapusan atau hilangnya foto-foto korban atau mengirim spam menggunakan akun korban.

Pelaku hanya mengganti foto profil dan menghapus bio di Instagram korban. Kemungkinan, pelaku memanfaatkan akun Instagram yang diretas sebagai bot atau komponen untuk melakukan aksi peretasan selanjutnya.

Baca juga: Pengamanan Password Instagram Tak Perlu Nomor Ponsel Lagi

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X