Pasca Gempa, Layanan Operator Seluler Mulai Pulih di Sulawesi Tengah

Kompas.com - 02/10/2018, 09:32 WIB
Menkominfo Rudiantara saat meninjau proyek Palapa Ring Barat di Singkawang, Senin (14/5/2018). KOMPAS.com/Gito Yudha PratomoMenkominfo Rudiantara saat meninjau proyek Palapa Ring Barat di Singkawang, Senin (14/5/2018).

KOMPAS.com - Gempa bumi bermagnitudo 7,4 di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018) pekan lalu, berdampak pada lumpuhnya jaringan telekomunikasi. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo) pun bergerak cepat mengawal pemulihan infrastruktur.

Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Fernandus Setu, mengatakan saat ini tiga operator (Telkomsel, Indosat Ooredoo, dan XL Axiata) yang beroperasi di Sulawesi Tengah sudah bisa memenuhi 49 persen coverage.

Sebanyak 1.728 Base Transceiver Station (BTS) di seluruh wilayah Sulawesi Tengah, mencakup 2G, 3G, dan 4G, sudah pulih dan mampu melayani kebutuhan telekomunikasi masyarakat. Sebelumnya, hanya XL Axiata yang tak tumbang pasca-bencana.

“Telkomsel, Indosat Ooredoo, dan XL Axiata, terus menambah personil di lapangan dengan mengirimkan tim dari Makassar, Palopo, dan Poso, untuk mempercepat perbaikan BTS seperti sedia kala,” kata Fernandus Setu saat dihubungi KompasTekno, Senin (1/10/2018).

Bukan cuma itu, ketiganya juga memberikan sejumlah kemudahan berkomunikasi bagi warga Palu dan Donggala yang terkena dampak gempa. Misalnya saja Telkomsel yang memberikan telepon gratis 50 menit dan 200 SMS ke semua operator. Hal serupa dilakukan pula oleh XL Axiata.

Baca juga: Ini Daftar Lokasi WiFi dan Telepon Gratis di Palu dan Sekitarnya

“Ini sebagai bentuk dukungan sektor telekomunikasi untuk proses pemulihan pasca-bencana gempa di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Telepon satelit dan internet satelit

Tak hanya mengawal pemulihan infrastruktur telekomunikasi oleh para operator, Kemenkominfo pun mengerahkan sumber dayanya sendiri melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

Sesaat pasca bencana, BAKTI bergegas mendistribusikan 31 unit telepon satelit ke posko-posko pengungsian. Pada tahap kedua, BAKTI menambah pasokan sebanyak 50 unit telepon satelit.

Baca juga: Indosat Layani Telepon Gratis dan Mobil Klinik di Daerah Gempa Palu

“Sarana komunikasi penanganan gempa Lombok direlokasi untuk kebutuhan penanganan gempa Sulawesi Tengah,” Fernandus Setu menuturkan.

Untuk melengkapi telepon satelit, BAKTI Kominfo memasang pula perangkat internet satelit VSAT BAKTI-Lintasarta. Ada dua perangkat yang sejauh ini dioperasikan, satu di posko utama Korem Tadulako, satunya lagi di posko media BAKTI Komingo rumah jabatan Gubernur Siranindi.

Kominfo mengimbau masyarakat Palu dan Donggala tetap tenang dan waspada. Jangan mudah tersulut provokasi dari informasi-informasi yang tidak valid sumbernya dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X